PENURUNAN PRODUKTIVITAS KERJA

Bebecompact_upah_murahrapa waktu yang lalu, ramai kita dengar bebrbagai tuntutan para pekerja maupun buruh menuntut kenaikan upah atau gaji di berbagai belahan nusantara. Tuntutan mereka terhadap kenaikan gaji memang menajdi suatu realitas yang harus mereka tuntut di tengah berbagai himpitan kebutuhan sehari-hari yang semakin mahal untuk dikonsumsi. Tetapi tuntutan ini tentu menjadi sebuah beban bagi sang empunya perusahaan karena anggaran yang mereka keluarkan untuk memberikan tambahan gaji sesuai dengan tuntutan para pekerja pastinya akan menambah biaya produksi.

Di dalam keputusan ini memang bukanlah sesuatu yang final bagi perusahaan. Perusahaan masih bisa untuk mengajukan keberatan terhadap kenaikan UMK tersebut, akan tetapi pihak Dewan Pengupahan Provinsi akan mengaudit terlebih dahulu perusahaan yang mengajukan keberatan tersebut apakah memang layaK untuk diterima apakah tidak surat pengajuan dari perusahaan yang bersangkutan.

Berikut ini merupakan daftar UMK 2013 yang bersumber dari Biro Humas Pemprov Jawa Tengah

1. Kota Semarang : Rp 1.209.100
2. Kabupaten Demak : Rp 995.000
3. Kabupaten Kendal : Rp 953.100
4. Kabupaten Semarang : Rp 1.051.000
5. Kota Salatiga : Rp 974.000
6. Kabupaten Grobogan : Rp 842.000
7. Kabupaten Blora : Rp 932.000
8. Kabupaten Kudus : Rp 990.000
9. Kabupaten Jepara : Rp 875.000
10. Kabupaten Pati : Rp 927.600
11. Kabupaten Rembang : Rp 896.000
12. Kabupaten Boyolali : Rp 895.000
13. Kota Surakarta : Rp 915.900
14. Kabupaten Sukoharjo : Rp 902.000
15. Kabupaten Sragen : Rp 864.000
16. Kabupaten Karanganyar : Rp 896.500
17. Kabupaten Wonogiri : Rp 830.000
18. Kabupaten Klaten : Rp 871.500
19. Kota Magelang : Rp 901.500
20. Kabupaten Magelang: Rp 942.000
21. Kabupaten Purworejo: Rp 849.000
22. Kabupaten Temanggung : Rp 940.000
23. Kabupaten Wonosobo : Rp 880.000
24. Kabupaten Kebumen : rp 835.000
25. Kabupaten Banyumas : Rp 877.500
26. Kabupaten Cilacap :
Cilacap Kota: Rp 986.000
Cilacap Timur : Rp Rp 861.000
Cilacap Barat : Rp 816.000
27. Kabupaten Banjarnegara : Rp 835.000
28. Kabupaten Purbalingga : Rp 896.500
29. Kabupaten Batang : Rp 970.000
30. Kota Pekalongan : Rp 980.000
31. Kabupaten Pekalongan : Rp 962.000
32. Kabupaten Pemalang : Rp 908.000
33. Kota Tegal : Rp 860.000
34. Kabupaten Tegal : Rp 850.000
35. Kabupaten Brebes : Rp 859.000

Terlepas dari perubahan nilai UMK dari masing-masing daerah, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah seberapa besar kenaikan tingkat profesionalisme (produktivitas) kerja dari pekerja dengan adanya kenaikan UMK? Hal ini menjadi sorotan penulis, karena ketika dihadapkan dalam situasi nyata, tidak serta merta kenaikan upah tersebut mampu meningkatkan produktivitas dari pekerja.

Ada beberapa alasan dari permasalahan tersebut dari analisis penulis ketika melihat pengalaman di tempat kerja penulis maupun keterangan dari beberapa rekan di berbagai perusahaan di daerah penulis.

  • Budaya Kerja

Setiap tempat mempunyai kebiasaan dan aturan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Begitu pula dalam dunia kerja, kebiasaan kerja atau lebih sering disebut dengan budaya kerja setiap instansi perusahaan mempunyai perbedaan bahkan sudah menjadi karakter tersendiri bagi suatu perusahaan. Budaya kerja yang diterapkan dalam suatu perusaahan di mana setiap pekerja bisa bekerja santai tanpa ada teguran yang nyata terhadap karyawan menyebabkan tersendatnya proses produksi.

Bakan akan lebih parah apabila tidak adanya suatu sanksi yang jelas bagi karyawan yang masih bekerja di bawah standar. Karena ujung-ujungnya karyawan dari departemen lain menjadi korban harus merelakan waktu serta kemampuan untuk membantu departemen yang kurang produktif. Hal ini sangat merugikan bagi perusahaan maupun orang-orang yang terlibat di dalamnya. Meminjam istilah dari teman kerja, karyawan rajin semakin sengsara tetapi karyawan yang malas malah semakin menikmati keadaan tersebut. Hal ini terjadi karena limpahan tanggung jawab pada akhirnya ditujukan pada karyawan yang rajin dengan etos kerja yang baik untuk mengejar produksi. Sedangkan karayawan yang malas semakin menikmati keadaan tersebut karena beban tangggung jawabnya sudah diambil alih orang lain.

  • Motivasi Kerja

Ada analisis menarik di lingkungan kerja penulis, bahwa setiap karyawan di tempat penulis bekerja hampir sebagian besarnya tidak mempunyai motivasi untuk bekerja lebih baik. Hal yang sangat aneh, adalah ketika penulis ingin bekerja lebih baik dari hari-hari sebelumnya ada pernyataan beberapa senior yang mengatakan tidak usah bekerja terlalu serius, percuma karena apa yang kita lakukan tidak mendapat penghargaan yang pantas dari keseriusan kita bekerja. Gaji tidak seberapa, jenjang karier yang pendek serta tidak adanya partisipasi kita dalam mengadakan perubahan produk perusahaan menjadi alasan bebeapa senior tersebut untuk melakukan kerja yang mengalir saja tanpa ada sebuah motivasi  menjadi lebih baik.

Dari peristiwa ini dapat kita simpulkan bahwa sangat perlu bagi setiap karyawan untuk mengubah motivasi mereka untuk bekerja agar selalu meningkatkan kemampuan diri. Tetapi menjadi sesuatu yang mutlak bagi suatu perusahaan untuk mencoba mengapresiasi kinerja baik dari seorang karyawan, sehingga mampu menimbulkan suatu motivasi kerja yang berujung pada produktivitas kerja.

  • Kebijakan dan Administrasi Perusahaan

Kebijakan perusahaan yang lebih memanusiakan karyawan akan menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap kinerja seorang karyawan. Dengan kebijakan-kebijakan yang berimbang antara kebutuhan perusahaan dan kebutuhan karyawan menjadikan situasi yang harmonis antara manajemen perusahaan dan karyawan itu sendiri. Sangat disayangkan apabila terjadi suatu gap yang terlalu kentara di mana setiap kebijakan menguntungkan perusahaan tetapi sangat merugikan karyawan.

Contoh kecil administrasi perusahaan teman penulis bekerja. Ketika seseorang sakit, entah 1 atau 2 hari maka ketika mengajukan ijin ketika sudah masuk harus disertai dengan keterangan sakit dari dokter. Sepintas memang tidak aneh melihat kebijakan tersebut. Tetapi yang perlu kita tahu adalah, setiap sakit tidak harus pergi ke dokter. Bahlan kalau orang Jawa mengatakan kalau hanya sekedar masuk angin cukup dikeroki dan minum obat warung sudah sembuh tanpa harus pergi ke dokter. Yang menjadi permasalahan adalah ketika setiap sakit baik ringan atau berat yang menyebabkan tidak masuk kerja harus disertai surat keterangan dokter dinilai memberatkan karena ketika harus berobat ke dokter uang yang harus dikeluarkan minimal Rp 30.000,00 bahkan ada yang lebih. Belum lagi untuk membeli obat ke apotek. Ini menjadi sebuah kebijakan yang tidak manusiawi  ketika sakit yang tidak seberapa cukup dengan istirahat satu hari harus mengeluarkan sebesar itu hanya harena ingin meminta surat keterangan sakit dari dokter.

  • Upah Kerja

Seperti yang penulis sampaikan di awal, kebijakan kenaikan UMK tidak serta merta mampu meningkatkan kinerja dari seseorang. Hal dilandasi suatu rasa ketidakpuasan dengan besar prosentase kenaikan dibandingkan kebutuhan. Hal ini tentu wajar, karena setiap kebutuhan masing-masing orang berbeda. Ketidapuasan ini menimbulkan suatu persepsi bahwa kenapa harus bekerja dengan baik dan serius kalau ternyata upah yang diberikan tidak seberapa. Ini menjadi suatu penyakit yang pastinya merugikan perusahaan akan tetapi kita tidak serta merta menyalahkan karyawan tersebut karena memang logika berpikir mereka adalah kebutuhan yang masih belum tercukupi. Solusi yang terbaik adalah perusahaan harus mampu meyakinkan bahwa setiap prestasi kerja mendapatkan penghargaan yang pantas dari perusahaan. Hal ini tentu menjadi motivasi bagi karyawan untuk berprestasi.

Beberapa analisis dari penulis di atas memang masih sangat umum dan mungkin masih banyak faktor-faktor lain yang mengakibatkan penurunan kualitas kerja dari seorang karyawan. Semoga dengan sedikit penjelasan di atas mampu membuka cakrawala bagi kita bahwa masih banyak para pekerja di Indonesia mendapatkan gaji yang belum memenuhi standar hidup. Terima kasih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s