Persisten!

pengusaha-perlu-persistenAnda pasti jengah melihat orang yang selalu bermalas-malasan tanpa merasa banyak waktu yang telah dia korbankan untuk melakukan hal-hal yang positif. Menghilangkan harapan dan impiannya sendiri tanpa ia sadari.  Melemahkan jiwa serta merendahkan martabatnya sendiri sebagai manusia yang seharusnya senantiasa bergerak untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi semua.

Bahkan lebih parahnya, malas mereka jadikan alasan sebagai sarana menghilangkan stres yang sedang melanda dirinya. Dan anehnya lagi ketika mereka kita nasehati, mereka malah seakan menutup telinga rapat-rapat agar tidak mendengar apa yang kita utarakan. Dan saya kira, kita semua juga pernah melakukan sifat malas tersebut, hanya saja saya berharap kita bukan menjadi orang keras seperti batu. Ketika sedang dalam keadaan malas dan saudara kita mencoba memberi motivasi lewat teguran maupun ceramahnya seharusnya kita mencoba untuk berpikir positif dan mencoba untuk merenungkan apa yang saudara kita ugkapkan. Toh, mereka mempunyai niat baik untuk mengingatkan kita yang sedang malas-malasan. Agar kita tersadar sudah banyak waktu yang terbuang karena malas. Dan sudah sepantasnya kita bangkit dari malas untuk segera berkarya sesuai dengan kemampuan kita.

Rasa malas dan lemah semangat dapat kita obati dengan perubahan sikap yang mendasar. Yatu dengan sikap-sikap senantiasa bergerak tanpa putus asa dan selalu meningkatkan kemauan (determinasi) yang tinggi untuk menjadi pribadi yang berkualitas demi meraih sesuatu hal yang diinginkan. Apakah Anda tahu sahabat? Pernyataan tersebut lebih sering dengan persisten. Persisten juga dapat disebut dengan tekun, berkelanjutan, berkesinambungan, ataupun gigih. Maka dari itu, sifat persisten merupakan sebuah sikap yang sangat tepat untuk menghilangkan sifat malas. Tetapi yang patut kita sadari adalah untuk menumbuhkan sikap persisten bukanlah sesuatu yang mudah. Semua tetap harus diawali dengan melakukan sesuatu yang kecil mengenai arti kegigihan dan pantang menyerah.

Berikut ada beberapa hal yang perlu kita lakukan untuk menumbuhkan serta menjaga sikap persisten.

  1. Berani mengakui kelemahan diri. Sikap ini merupakan titik awal kita untuk menjadi pribadi yang kuat. Berani  mengakui kelemahan diri berarti melakukan kontemplasi terhadap diri sendiri untuk mencari solusi terbaik yang harus kita lakukan. Dan inilah awal yang bagus untuk bergerak menuju perbaikan kualitas hidup.
  2. Berikan motivasi terhadap diri sendiri. Suatu perenungan tidak akan pernah berguna apabila kita tidak berani untuk bertindak. Tetapi untuk bertindak maupun bergerak ada satu hal yang harus kita punya yaitu gerakkan jiwa kita dengan memotivasi diri kita untuk menggerakkan jiwa dan raga kita. Motivasi menjadi hal yang sangat penting, karena motivasi merupakan langkah pertama untuk melakukan pergerakan kehidupan. Setiap langkah awal telah dilakukan, saya yakin kita akan jauh lebih mudah melangkah pada langkah-langkah berikutnya.
  3. Tetapkan tujuan hidup. Dari hasil perenungan dan memotivasi diri, kita harus berupaya menentukan arah langkah tujuan yang harus kita ambil. Tidak bisa hanya bermodal motivasi kita langsung bergerak tanpa arah dan tujuan yang jelas. Tujuan hidup mampu mengarahkan kita menuju suatu impian yang akan kita raih sesuai dengan perenungan yang kita lakukan di awal. Maka dari itu tetapkan tujuan hidup sebelum kita benar-benar melangkahkan kaki kita untuk pertama kalinya.
  4. Berani melangkah dan berani mengambil resiko. Tidak dapat dipungkiri, selama apapun kita merenung, sebesar apapun kita termotivasi serta sebaik  apapun rencana kita, senua itu tidak akan berarti apabila kita tidak berani untuk melangkah. Beranikan diri melangkahkan kaki kanan untuk pertama kali. Setelah itu akan diikuti dengan langkah sigap oleh kaki kiri menjadi sebuah perjalanan untuk meniti tujuan hidup. Tetapi ingat, bahwa dalam setiap perjalanan pasti akan mengalami cobaan, kesulitan ataupun hambatan. Pada posisi ini, kita harus mempunyai sikap dan mental untuk berani mengambil resiko yang akan kita terima dari perjalanan meraih tujuan hidup. Berani mengambil resiko harus tetap di awali dengan rencan yang matang dan tindakan yang tidak ceroboh.
  5. Pantang menyerah dan gigih dalam berjuang. SIkap ini harus selalu menyertai kita dalam perjalanan kehidupan ini. Tanpa ini kita bisa jadi dapat disebut pecundang yang tidak berani mengahadapi kehidupan. Sikap ini merupakan otot dari sikap persisten itu sendiri. Untuk menjaganya, kita harus selalu mendengungkan sikap pantang menyerah dan gigih dalam setiap aliran darah dalam tubuh kita.
  6. Konsisten. Sebuah kata yang mungkin sangat mudah diucapkan tetapi sangat sulit untuk menerapkannya. Konsistensi menuntut kita untuk selalu melakukan sebuah kesinambungan sikap. Menjaga sesuatu yang sudah kita lakukan untuk dijadikan suatu habit (kebiasaan).  Tentu ini menjadi tantangan bagi kita yang ingin memperbaiki kualitas diri.
  7. Konsentrasi. Tidak boleh terpengaruh kegagalan maupun pembicaraan orang ang merendahkan tujuan kita. Hal ini penting karena ujian yang paling dekat dengan sikap persisten adalah gunjingan maupun omongan orang lain tentang sikap maupun tujuan hidup kita.

Beberapa hal di atas merupakan sekelumit sikap untuk menumbuhkan dan menjaga sikap persisten yang akan meambah kualitas hidup kita. Semoga dapat bermanfaat menuju manusia yang bermanfaat bagi semua orang bahkan alam semesta ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s