Mempersiapkan Kematian

kematian21Apa yang terbayang oleh Anda jika mengingat kematian? Jujur, apabila saya mengingat kematian maka saya akan selalu memikirkan sudah berapa banyak dosa-dosa yang telah saya lakukan. Dengan apa saya bisa menghapus dosa-dosa tersebut sebelum diri ini menghadap Sang Pemberi Pembalasan. Merinding pastinya kalau kita mengingat dosa-dosa yang telah kita lakukan akan kita bawa mati tanpa bisa untuk mengurangi apalagi menghapus semua dosa-dosa kita. Entah, dengan cara apa kita bisa menghapus dosa-dosa kita. Yang jelas, setiap manusia pasti pernah melakukan dosa dan setiap manusia selalu diberi kesempatan untuk berbuat baik kepada siapapun dalam rangka untuk mengurangi dosa-dosa tersebut.

Dosa-dosa selalu menumpuk setiap harinya tanpa kita sadari. Setiap tindakan, ucapan maupun bisikan hati yang bernilai dosa selalu kita lakukan setiap hari. Dan parahnya kejadian itu selalu berulang-ulang kita alami dengan waktu, kondisi dan tempat yang berbeda-beda. Apa yang harus mesti kita lakukan agar semua hal yang bernilai dosa dapat kita kurangi dalam keseharian kita? Pertanyaan ini menjadi klise, karena hampir semua orang pasti memahami bagaimana mencegah dan merubah sikap untuk mengurangi hal-hal yang berbau dosa dengan melakukan sesuatu yang bernilai dengan kebaikan.

Ucapan yang ahsan, amal yang baik serta konsep berpikir yang positif mampu menjadi senjata yang ampuh untuk menangkal semua hal yang bernilai negatif yang pada akhirnya berujung dosa. Bahkan tanpa kita sadari apabila kita mampu untuk istiqomah dalam kebaikan dan menjadikannya kebiasaan yang baik  akan memberikan efek yang positif bagi kita. Hal ini akan menguntungkan kita karena kematian merupakan rahasia ilahi yang siapapun tidak akan mengetahui kapan dirinya akan mati. Kesiapan untuk mati menjadi hal yang mutlak untuk dilakukan agar rasa takut mati tidak mengikuti bahkan menjadi mimpi buruk bagi semua orang.

Maka dari, terbersit sebuah pertanyaan, apakah bisa kita merencanakan mati dengan kebaikan? Setelah berpikir lebih mendalam, pertanyaan itu terjawab bahwa merencanakan mati dengan kebaikan dapat kita lakukan. Bahkan itu menjadi suatu kewajiban bagi kita untuk selalu mengingat mati dalam keadaan yang baik. Ya, kalau dalam Islam kita mengenalnya dengan khusnul khotimah. Khusnul khotimah berarti penutupan yang baik. Penjelasan lebih konkretnya adalah seseorang mati dalam keadaan baik serta dalam keadaan beriman kepada Allah.

Sungguh indah apabila kita termasuk dari hambanNya yang bisa khusnul khotimah. Hamba yang mati dalam keadaan sujud dalam sholat, bersedekah kepada kaum dhuafa atau sedang berdzikir dalam kekhusyukan jiwa. Sungguh indah ya Allah. Menjadi sebuah impian bagi kita bisa menjemput kematian dalam keadaan yang beriman, berrtakwa bahkan dalam keadaan menunaikan ibadah kepada Allah.

Tetapi apakah kita bisa menjemput dan mempersiapkannya jauh-jauh hari? Tentu bisa. Orang-orang yang selalu menjaga diri untuk berbuat baik dan menjauhi hal-hal yang bersifat tercela pasti dimudahkan Allah untuk menjemput kematian dengan kebahagiaan. Keistiqomahan dalam menjaga amal batiniyah dan amal lahiriyah mampu menghadirkan kenikmatan untuk menjemput kematian. Menjaga hubungan yang baik dengan Allah dan hubungan yang baik dengan sesama merupakan kunci utama dalam menjaga konsistensi amal batiniyah dan lahiriyah kita. Dengan begitu memberikan kedamaian bagi kita untuk menjemput kematian yang telah dipersiapkan melalui rencana Allah yang penuh misteri. Dan semoga kita menjadi bagian dari orang yang memperisiapkan kematian dengan kebaikan. Amin. Wallahu a’lam bishshawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s