Palang Pintu Kereta Api

ImagePagi ini, 31 Januari 2013 saya pergi ke kantor sepertia biasa, melewati jalan yang sama yang sudah saya lewati hampir 6 bulan. Seperti biasa jalanan memang tidak terlalu ramai, karena jalur ini merupakan salah satu jalur alternatif dari Sukoharjo (Kota) menuju Kartasura. Jalur ini adalah jalur Baki-Gatak (Gawok). Jalur ini merupakan alternatif karena ada pembuatan underpass yang sedang dibangun di daerah Pajang, yang ditargetkan Desember 2012 selesai tapi sampai Januari 2013 masih belum selesai juga.

Melewati persawahan dan perkampungan selalu saya nikmati sepanjang perjalanan di daerah Gatak. Yang pastinya, melewati stasiun Gawok yang merupakan stasiun di tengah perkampungan dan persawahan. Di simpang jalur kereta ini lah, hari ini untuk pertama kalinya saya bersama pengendara jalan lainnya distop palang pintu kereta api terlama. 10-15 menit merupakan waktu yang harus saya nikmati menunggu kedatangan kereta api dari dua arah. 7 menit pertama untuk menunggu kedatangan kereta pertama dari arah Jogja menuju Solo, sedangkan 7 menit kedua menunggu kereta api dari arah Solo menuju Jogja.

Kamudian, saya berpikir dalam penantian kedatangan 2 kereta api tersebut. Kenapa harus ada palang pintu kereta api? Apa fungsinya bagi pengguna jalan? Bagaimakah cara kerjanya? Palang pintu kereta yang sekarang digunakan dilakukan secara manual dengan menggunakan seorang penjaga perlintasan kereta. Bila diketahui ada sebuah atau dua buah kereta sedang melintasi jalan raya. Cara kerja alat palang pintu kereta dengan mengandalkan seorang penjaga pintu kereta. Penjega pintu kereta akan dikabari jika kereta akan melintas dan akan secara manual menutup pintu kereta dengan cara menekan tombol palang pintu juga menekan tombol kembali bila kereta telah melintas. Tetapi dalam perkembangannya, saat ini sudah banyak dikembangkan sensor perlintasan kereta secara otomatis dengan berbagai varian aplikasi. Tetapi inti dari semua kajian ilmiah dari berbagai kalangan terutama akdemisi adalah meminimalisir kecelakaan di perlintasan kereta api. Selain itu, lebih mengefektifkan kinerja palang pintu kereta api agar bekerja lebih optimal.

Sering kali kita mendengar kecelakaan antara kereta dengan pengguna jalan lainnya, karena pengguna jalan tersebut menerobos palang pintu yang sudah tersedia. Tetapi ironis apabila di persimpangan jalur kereta api tidak ada palang pintunya. Kalau hal demikian, maka kehati-hatian ekstra harus dilakukan pengguna jalan lainnya. Karena kereta tidak serta merta bisa langsung berhenti mendadak seperti transportasi yang lain.

Palang pintu yang dibuat, bukan merupakan suatu alat keselamatan bagi pengguna jalan. Tetapi sebagai sarana untuk melancarkan perjalanan kereta api. Tetapi di masyarakat pemahaman ini tidaklah dipahami. Palang pintu hanya sebagai alat untuk melindungi pengguna jalan. Walaupun fungsi itu memang benar secara kenyataannya, tetapi yang seharusnya dipahami adalah ketika melintas perlintasan kereta api yang ada palang pintu seharusnya kita tidak menerobos masuk. Tetapi  menunggu sampai kereta api lewat sesuai petunjuk palang pintu kereta api. Bagi perlintasan kereta api yang tidak terdapat palang pintunya, maka kesadaran untuk berhati-hati harus diutamakan agar keselamatan diri sendiri dan orang lain tetap terjaga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s