Masih Adakah Valentine’s Day bagi Anda?

ImageFebruari sudah berlangsung hampir setengahnya, banyak orang yang berbicara kalau Februari merupakan bulan yang penuh dengan kasih sayang. Bulan yang menuntut adanya  peningkatan romantisme melebihi bulan-bulan yang lain dalam 1 tahun kalender. Bulan di mana pasangan kekasih menikmati indahnya romantisme di antara mereka berdua. Di mana di bulan Februari ini terdapat hari yang spesial bernama Valentine’s Day.

Valentine’s Day mereka identikkan dengan memberikan pasangan/orang terkasih dengan bunga mawar dan cokelat. Tidak lupa biasanya mereka mencoba membuat suasana  dengan warna  pink (merah jambu) untuk menambah romantisme. Memberikan ungkapan-ungkapan yang manis untuk didengar, serta perlakuan terhadap pasangan yang berbeda dari sebelumnya. Dan masih banyak lagi hal-hal yang dilakukan untuk mencoba menghidupkan suasana romantisme bulan Februari ataupun Hari Valentine.

Tetapi ada hal yang menarik ketika saya melihat sepasang suami istri yang sudah menikah selama 2-3 tahun ini. Sang suami bernama Andy dan sang istri bernama Rosa. Tetapi memang sayang mereka belum dikarunia anak untuk melengkapi cerita cinta mereka. Tetapi yang membuatku  salut, mereka begitu menikmati hidupnya tanpa ada pertikaian selama pernikahan mereka. Jangankan pertikaian antara mereka berdua, kata-kata kasar maupun suara bernada keras dari suami atau istri pun tidak pernah terdengar.

Mereka mencoba memahami kelebihan dan kekurangan di antara mereka berdua. Tanpa harus berpura-pura menutupi kelemahan untuk mendapatkan empati maupun kasih sayang dari pasangannya. Sang suami menganggap kekurangan sang istri merupakan kewajibannya untuk ia tutupi dengan kelebihannya dan begitu pula sebaliknya.

Sang suami menyapu halaman dikala sang istri mencuci pakaian. Sang suami memasak dikala sang istri belum datang dari  bekerja. Sang suami setia mendengar sang istri bercerita apa yang dialami selama sehari dengan saksama dan penuh perhatian. Sang istri menyiapkan baju dan tas kantor dikala sang suami mandi di pagi hari. Sang istri mencium tangan suami dikala suami hendak pergi ke kantor.. Tak lupa sang suami membalas dengan mencium kening sang istri dengan mesra kemudian mengucap I Love You, sayang! Dan, hal ini selalu mereka lakukan setiap hari.

Sungguh indah sekali melihat pasangan ini menjalani kehidupan mereka. Menjalani hidup serasa dunia milik mereka berdua. Setelah sekian lama kuamati, aku pun mendapat pelajaran yang berharga dari apa yang mereka lakukan. Romantisme bukanlah sesaat. Romantisme dapat dilakukan setiap hari dengan variasi intensitasnya. Bukan dilakukan pada saat-saat tertentu  dan bukan pula pada momen-momen tertentu. Atau romantisme dapat dilakukan tanpa terpengaruh dengan momen yang sedang marak terjadi pada masanya yang salah satunya Valentine’s Day. Maka dari itu, sepatutnya kita berpikir, masih adakah Valentine’s Day bagi Anda?

Bagi saya romantisme merupakan kontinuitas dalam memahami, menghormati, menghargai, saling membantu, serta saling melengkapi kekurangan  maupun kelebihan dari pasangan tanpa harus terikat dengan waktu. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s