Istriku, Engkau Cahaya Hidupku

istri-solehah“Mas, akhir-akhir ini kok jarang ngaji (baca Al-Qur’an) dan juga jarang pergi ke masjid?”, tanya istriku suatu saat.

Aku pun menjawab, “Maaf dik, rasanya lelah sekali setiap hari lembur di kantor.”

Tetapi, itu bukan alasan harus  meninggalkan shalat di masjid dan ngaji. Istriku menjawab pernyataanku tersebut.

Setelah ku renungkan dengan saksama, memang benar apa yang dikatakan oleh istriku. Dan, berbagai pertanyaan-pertanyaan lain muncul untuk mengingatkanku jika dia merasa ada yang kurang dariku. Mengingatkanku untuk selalu memperbaiki sebagai pribadi maupun sebagai kepala keluarga.

Itulah indahnya pernikahan, saling mengingatkan jikalau salah satu pasangan melakukan kesalahan (kekurangan). Walaupun tugas suami sebagai pembimbing istri, tetapi dalam kenyataan pasti suami juga melakukan kesalahan (kekurangan) dalam setiap aktivitasnya. Maka dari itu, tugas sang istri yang harus mengingatkan. Sehingga tepatlah ungkapan bahwa dibalik kesuksesan seorang laki-laki, pasti ada seorang wanita mulia yang berada di balik kesuksesan tersebut. Karena istri menjadi orang pertama yang melihat kekurangan dan kelebihan suami. Begitu pula, istri menjadi orang pertama dan utama yang menjadi penambal dan membenarkan setiap kekurangan dan kesalahan suami. Dan tentu seorang suami ingin istri menjadi salah satu orang yang akan menemani kita di surga nanti.

Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang Itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).

(Yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;

(QS. Ar-Ra’du : 22 – 23)

Istri bukanlah penentu dalam setiap keputusan sang suami. Tetapi keberadaan istri sangat menentukan keputusan suami dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Selain itu, istri merupakan sosok yang penuh dengan ketegaran, di saat suami mengalami kelemahan sang istri lah yang  menjadi sumber kekuatan. Isak tangis sang istri yang identik kelemahan bisa menjadi kekuatan bagi suami untuk melakukan hal yang baik dan benar dalam rumah tangga. Kesabaran dan keikhlasan istri menjadi tonggak keteguhan suami dalam menahkodai rumah tangga.

Dan sudah sepantasnya, ketegaran, kesabaran dan keikhlasan istri dalam mengelola rumah tangga menjadi sebuah harta yang tak ternilai harganya bagi para suami. Maka benarlah pernyataan Rasulullah, bahwa sesungguhnya dunia seluruhnya adalah benda (perhiasan) dan sebaik-baik benda (perhiasan) adalah wanita (isteri) yang sholehah”. (HR. Muslim)

Wahai istriku, tetaplah menjadi cahaya bagi suami dan keluarga untuk meniti jalam keridhoam Illahi. Aku akan selalu mencintaimu karena cintaku pada-Nya menjadikan dirimu dimuliakan dan menjadi cahaya dalam perjalanan perahu cinta kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s