Gas Elpiji 3 kg Langka di Sukoharjo

elpijiSeberapa pentingkah bagi Anda gas elpiji di rumah Anda? Bagi setiap keluarga, bisa jadi gas elpiji menjadi nafas dalam “mengepulkan” asap di dapur. Yang pertanda bahwa Anda masih bisa untuk menyelenggarakan kewajiban pokok manusia yaitu makan dengan keluarga. Begitu pula dengan para pedagang makanan, gas elpiji menjadi nyawa dalam menghasilkan pundi-punsi uang.

Pertanyaannya adalah bagaimana kalau ternyata pasokan gas elpiji di daerah Anda terlambat atau bahkan di batasi? Pastilah mempengaruhi kegiatan masak-memasak sang istri. Dan tentu kita direpotkan dengan mencari di seluruh toko ataupun agen yang menjual gas elpiji.

Begitu pula yang saya alami dengan istri. Kami berdua berkeliling kota Sukoharjo untuk mencari gas elpiji 3 kg. Dari mulai toko di perumahan kami sampai harus berputar-putar mengelilingi kota Sukoharjo mulai jam 18.00 WIB (bakda Magrib) sampai jam 19.15 WIB. Setelah berkeliling hampir satu jam tak ada hasil yang kami peroleh. Hampir semua toko atau agen penjual ternyata kosong alias belum ada pasokan gas lagi dari Pertamina.

Bahkan seperti yang dilansir www.solopos.com, di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Jombor, Bendosari, pasokan elpiji 3 kg biasanya sekitar 50 tabung per hari. Namun, sejak sebulan terakhir pasokan berkurang menjadi 20 tabung per hari. Padahal perumahan kami termasuk dekat dengan SPBU Jombor, Bendosari, maka dari itu kelangkaan gas elpiji ini begitu terasa.

Padahal, seperti dilansir economy.okezone.com (12 Mei 2013) menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan realisasi penyaluran elpiji 3 kg telah mencapai 1,37 juta metrik ton atau 6,8 persen melebihi kuota untuk periode berjalan yang mencapai 1,29 juta metrik ton. Tingginya penyaluran elpiji 3 kg tersebut di antaranya disebabkan oleh faktor tingginya permintaan masyarakat, terutama yang berada di daerah yang baru terkonversi. Maka dari itu seharusnya keterlambatan pasokan tidak semestinya terjadi, karena dari pihak Pertamina sudah menaikkan kuto yang cukup besar, walaupun memang lebih banyak terkonsentrasikan ke daerah yang baru mendapatkan program konversi. Tetapi secara logika, seharusnya dengan kenaikan pasokan tidak semestinya kertelambatan pasokan terjadi di daerah lain seperti di Sukoharjo.

Harga tabung gas 3 kg dari agen ke pangkalan sebesar Rp12.750 per tabung. Adapun harga jual di tingkat pengecer bervariasi antara Rp13.000, Rp14.000 hingga Rp15.000 pertabung. Bahkan, di beberapa pengecer harga pertabung saat ini dijual Rp16.500. Nah, kalau masih berlanjut keterlambatan ini tidak hanya menghambat aktivitas memasak, bisa jadi kelangkaan gas elpiji mengakibatkan kenaikan harga per tabungnya.  Wah, ini menambha repot lagi pastinya.

Entahlah sampai kapan keterlambatan gas elpiji melanda daerah kami. Kami hanya berharap hari ini sudah ada pasokan gas elpiji dari Pertamina supaya aktivitas memasak istri saya mulai kembali normal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s