Senioritas dalam Bekerja

Apakah yang Anda lakukan jika dalam bekerja terdapat senioritas yang menerapkan pilih kasih antara junior dan senior oleh pimpinan? Bagi sang junior pasti nyesek. Hal itu  pula yang terjadi dalam setiap perusahaan, bahkan di perusahaan tempat saya bekerja.

Senioritas adalah masalah yang umum dialami oleh karyawan yang masuk ke dalam lingkungan kerja baru. Senioritas di lingkungan kerja bukanlah merupakan situasi yang menyenangkan, oleh karena itu, maka diperlukan langkah-langkah demi meminimalisir situasi tersebut.

Menurut Robert Fuller dan Julie Ann Wombach, senioritas dapat juga disebut dengan rankism. Ranksim merupakan suatu sikap yang memanfaatkan kedudukan (kekuasaan) yang diperoleh untuk memperlakukan orang lain. Pernyataan tersebut dapat menjurus ke dalam arti senioritas. Di mana menurut KBBI, arti senioritas adalah  1 perihal senior; 2 keadaan lebih tinggi dari pangkat, pengalaman, dan usia; 3 prioritas status atau tingkatan yg diperoleh dari umur atau lamanya bekerja.

 Lingkungan kerja yang penuh dengan senioritas hadir karena pemimpin memungkinkan ada budaya organisasi demikian. Pemimpin terlebih dulu harus mengevaluasi apakah dirinya menerapkan aksi senioritas terhadap anak buah. Kemudian evaluasi budaya organisasi saat ini, yang kemungkinan terlalu kaku sehingga tercipta gap yang besar antara karyawan dengan posisi berbeda.

Lingkungan yang menerapkan senioritas menciptakan hubungan yang tidak harmonis antara pimpinan dengan bawahan apabila perlakuan senioritas sudah tidak bisa diterapkan secara positif.  Konsep senioritas dapat diartikan secara positif apabila, seorang senior mampu menunjukkan kemampuan dan kecakapan kerja yang optimal sehingga dapat ditiru dan ditularkan kepasa junior.

Tetapi akan berbeda hal ketika senioritas diterapkan secara negatif. Senioritas dapat bernilai negatif apabila dalam melakukan  kerja, sang junior merasa kerjanya lebih cepat, lebih baik tetapi tidak mendapatkan perlakukan sebagaimana yang senior yang kerjanya dibawah standar perusahaan baik kualitas maupun kuantitas. Atau dalam kasus lain misalkan ketika sang junior mengurus ijin sakit/tidak masuk karena ada urusan tertentu harus dipersulit dengan berbagai berondongan pertanyaan, sedangkan ketika senior mengajukan ijin kepada pimpinan dapat ditindaklanjuti dengan cepat tanpa ada berondongan pertanyaan sebagaimana  sang junior. Hal ini merupakan suatu sifat senioritas pimpinan yang kurang sehat.

Efek yang terasa langsung adalah memburuknya disiplin kerja para karyawan sebagai akibat dari perlakuan senioritas pimpinan. Ketika junior sudah merasa diperlakukan dengan senioritas negatif, maka biasanya kerja dari junior semakin melambat dan mengakibatkan target kerja menjadi tidak terpenuhi. Dan, ini secara otomatis menganggu kesehatan produktivitas perusahaan secara umum.

Dalam hal ini, sikap yang paling menentukan untuk meredam ketegangan antara korban senioritas dengan pimpinan adalah berubahnya sikap pimpinan. Bersikap objektif terhadap suatu kenyataan membantu dalam menilai dan memberikan reward-punishment terhadap karyawan tanpa pilih kasih. Selain itu, pimpinan harus melakukan komunikasi intensif terhadap karyawan agar tidak terkesan mementingkan karyawan senior.  Sehiingga konflik antarkaryawan atau karyawan dengan pimpinan dapat dihilangkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s