Melihat Kesalahan Diri

 “Semut di seberang sungai nampak, Gajah di pelupuk mata tak nampak”. Peribahasa ini menganalogikan bahwa kita dapat melihat kesalahan ataupun kekurangan yang nampak pada diri orang lain. Bahkan sekecil apapun kesalahan itu ternyata terlihat begitu besar oleh kita. Sebaliknya, kesalahan yang begitu besar pada diri sendiri hampir tidak disadari bahwa dirinya melakukan sebuah kesalahan.

Berlandaskan kecurigaan dan prasangka, membuat orang lupa akan kesalahan diri dan lebih tertarik untuk melihat bahkan mencari kesalahan orang lain. Semua orang tidak lepas akan sifat seperti ini sehingga mengakibatkan lupa diri dan tak mengevaluasi diri. Maka dari itu orang harus mampu menemukan kesalahan sendiri dan memperbaikinya setiap hari. Jika orang tidak mampu menemukan kesalahan pada diri sendiri maka ia akan berpikir bahwa apapun yang ia lakukan itu benar. Kalau sudah sampai pada tahap ini, maka dipastikan orang seperti ini hanya akan menjadi “masalah” dalam hubungan sosial-masyarakat.

Jika seseorang merenungkan setiap tindakan yang dilakukan, maka secara perlahan dia akan menyadari bahwa setiap orang pasti akan melakukan kesalahan dan kekurangan. Tak terkecuali dirinya sendiri. Sehingga hampir dipastikan semua orang pasti mempunyai kebenaran dan kesalahan yang relatif. Kebenaran dan kesalahan yang dapat dilihat dari berbagai sudut pandang sehingga menimbulkan persespsi yang berbeda. Orang yang melakukan kesalahan belum tentu menyadari kesalahan yang diperbuatnya, tetapi bisa jadi orang lain bisa dengan gamblang melihat kesalahannya.

Jujur terhadap Diri Sendiri!

Apa yang telah saya lakukan? Sebuah pertanyaan mendasar, bagaimana kita akan mencoba mengevaluasi diri terhadap apa yang dilakukan. Bersikap jujur terhadap diri sendiri menjadi kunci evaluasi diri. Mencoba melihat dari sisi objektivitas diri, membantu diri melihat lebih jelas kesalahan dan kekurangan dalam tindakan. Sehingga memudahkan menilai diri dan memperbaiki diri.

Jujur terhadap diri sendiri juga bisa menjadi rem pengendali diri agar tidak mudah untuk menyalahkan orang lain. Selama kita bisa jujur terhadap diri sendiri, maka hati akan memberikan sinyal evaluasi diri sehingga akan lebih berhati-hari dalam memberikan justifikasi kesalahan orang lain.

Selain itu, jujur terhadap diri sendiri membantu diri untuk mengenali dirinya sendiri. Mengenal diri sendiri berarti mau menyadari bahwa dirinya mempunyai kekurangan yang harus diperbaiki dan menyadarkan kita bahwa setiap orang punya kelemahan dan kesalahan.

Perubahan Diri

Apakah yang harus saya lakukan? Pertanyaan tersebut membantu diri untuk mengembangkan konklusi yang telah ditemukan pada pertanyaan pertama. Pertanyaan kedua ini membantu Anda merancang berbagai hal yang harus dilakukan untuk memperbaiki kesalahan dan kekurangan. Pertanyaan tersebut akan  membantu mengarahkan tindakan yang harus segera dilakukan. Jangan terlalu lama untuk mewujudkan hasil evaluasi, bersegeralah untuk segera menunaikan rancangan evaluasi agar mendapatkan hasil yang nyata dari setiap evaluasi dan rancangan perbaikan diri.

Perubahan diri yang berdasar dari evaluasi membuat langkah hidup menjadi lebih terarah. Apa yang dilakukan sudah mempunyai acuan yang jelas sehingga goal setting yang diinginkan akan menjadi lebih mudah untuk didapatkan. Mari bersemangat untuk jujur terhadap diri sendiri  dan semangat untuk merubah diri menjadi lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s