Menyiapkan Pemimpim seperti Muhammad Al Fatih

Satu minggu yang lalu, saya dan istri pergi ke Gramedia untuk searching buku-buku yang hendak kami baca pada bulan ini. Sudah menjadi kebiasaan bagiku bahwa satu bulan sekali saya menyempatkan ke toko buku untuk mencari buku-buku yang baru ataupun buku yang menarik untuk dibaca. Sejak masa kuliah kebiasaan ini selalu saya lakukan. Bahkan setiap bulan saya pasti menyisihkan uang untuk membeli buku di luar disiplin ilmu yang saya pelajari.

Membaca merupakan salah satu elemen penting yang membuat perubahan besar dalam hidup. Dan saya meyakini bagi orang yang mempunyai hobi membaca buku pasti akan mengiyakannya. Buku menjadikan kita lebih “berwarna” dalam menjalani hidup. So, bagi Anda yang belum menyukai membaca buku, cobalah untuk membaca. Pasti akan berasa sesuatu!

Minggu kemarin, akhirnya menemukan buku yang cocok dan menarik minat saya dan istri. Buku pertama Muhammad Al Fatih 1453 karya Ustadz Felix Siauw dan Semua Bisa Jadi Pengusaha karya Ustadz Yusuf Mansur. Karena dua buku yang kami beli, istri saya ingin membaca Semua Bisa Jadi Pengusaha karya Ustadz Yusuf Mansur lebih dahulu. Saya pun akhirnya membaca Muhammad Al Fatih 1453 karya Felix Siauw.

buku al fatih

Muhammad Al Fatih merupakan sosok pemuda yang berumur 21 tahun yang telah dijanjikan oleh Rasulullah saw akan menjadi salah satu pemimpin terbesar umat Islam. Rasulullah telah menyampaikan sabdanya mengenai Muhammad Al Fatih, yaitu “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335].

al-fatih-murad-03

Selain itu, Rasulullah pun juga telah menjanjikan tentang penaklukan Konstantinopel melalui hadits yang lain yaitu:

Dari Abu Qubail berkata: Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rumiyah (Roma)? Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau ditanya: Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah/Roma? Rasul menjawab, “Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.” Yaitu: Konstantinopel. (HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim)

Kalau kita cermati lebih mendalam, pernyataan Rasulullah mengenai kota mana yang terlebih dahulu akan ditaklukkan oleh umat Islam, beliau menjawab Konstantinopel (sekarang Instanbul) akan ditaklukan terlebih dahulu. Dan, itu terbukti dengan keperkasaan Muhammad Al Fatih sebagai pemimpinnya tahun 1453. Kalau kita korelasikan pada saat ini, Roma masih menjadi milik orang Kristen, berarti akan ada suatu masa dimana suatu saat nanti sebelum kiamat terjadi, kota Roma akan ditaklukkan oleh umat Islam. Allahu Akbar!!!

Pertanyaannya, siapakah yang akan menjadi sosok “Muhammad Al Fatih” yang kedua untuk membuka kota Roma suau saat nanti? Kalau Muhammad Al Fatih saja merupakan hasil dari didikan yang luar biasa dari berbagai ulama terbaik, berarti akan ada “Muhammad Al Fatih” kedua yang semestinya dipersiapkan sejak dini untuk menjadi penerus bisyarah Rasulullah dengan berbagai didikan yang tidak kalah berkualitas pastinya.

Muhammad Al Fatih mendapatkan pendidikan yang sangat luar biasa dari dua ulama terbaik di masanya, yaitu Syaikh Ahmad bin Ismail Al-Kuroniy dan Syaikh Aaq Syamsudin untuk memperkuat sisi keislamannya. Selain itu, Sultan Murad II sebagai ayahnya telah membekali Sultan Mehmed II (nama asli Muhammad Al Fatih) dengan berbagai ilmu, antara lain dalam bidang kesatriaan, beliau dilatih seni berpedang, memanah, dan keterampilan mengendarai kuda.  Beliau juga mempelajari ilmu perang, strategi pertempuran, teknik mengepung kota dan beberapa wawasan kemiliteran lainnya.  Sedangkan pelajaran yang paling dia suka adalah kesastraan (bahasa) dan sejarah (terutama sejarah Rasulullah, sahabat Nabi, dan pemimpin besar Islam).

Ada hal yang menarik mengapa beliau menyukai bahasa dan sejarah? Orang yang mempunyai kepekaan yang baik terhadap bahasa berarti memiliki daya imajinasi dan kecerdasan di atas rata-rata. Betapa tidak, ketinggian martabat bangsa-bangsa terdahulu  (tidak hanya di Arab, bahkan China dan Jawa juga kaya akan khazanah kebahasaan) dapat terlihat dari kualitas karya kebahasaan yang terwujud dari syair-syair yang mendalam maknanya.  Sehingga tidak salah Muhammad Al Fatih merupakan sosok pemimpin yang sangat jenius.

Sedangkan sejarah mengajarkan kita bahwa bangsa maupun pemimpin yang besar harus mempunyai karakter dan kepribadian yang kuat. Karakter dan kepribadian yang kuat akan sangat mudah kita pelajari dari penggambaran biografi tokoh, peristiwa serta kondisi pada masa lampau. Sejarah mengajarkan kita, sifat dari tokoh serta sifat yang dipunyai oleh tokoh. Selain itu, sejarah menjelaskan kejadian suatu peristiwa dan kondisi tertentu sehingga kita bisa belajar bagaimana seseorang merespom suatu kejadian yang ada pada saat itu. Sehingga ketika menghadapi masalah yang hampir sama, kita bisa mengambil suatu respon tertentu berdasarkan fakta sejarah tersebut bahkan kita bisa lebih kreatif untuk mengembangkan suatu respon terhadap masalah tersebut. Itulah mengapa sejarah mampu membentuk karakter seseorang.

Dari pembahasan di atas, ada hal yang harus kita pelajari bahwa untuk menjadi pemimpin tidak bisa dengan cara yang instan apalagi menemukan secara kebetulan. Seorang pemimpin yang berkarakter harus diciptakan melalui program yang luar biasa berkualitas. Tidak akan bisa menjadi sosok seperti seorang Muhammad Al Fatih kalau hanya berpangku tangan menunggu datangnya orang yang  berkepribadian seperti beliau. Tidak bisa hanya sekedar menunggu datangnya khilafah Islamiyah kalau hanya sekedar menyerukan. Kita semua sebagai umat Islam sadar betul bahwa Khilafah Islamiyah akan datang seperti yang telah dijanjikan. Hanya saja Khilafah Islamiyah tidak bisa datang dengan sendirinyua, semua sudah direncanakan oleh Allah dan kita semua harus berlomba-lomba untuk mewujudkan dan mencetak kader-kader umat Islam yang mempunyai kualitas terbaik di antara umat Islam yang lainnya.

“Kepemimpinan tidak terjadi secara kebetulan dan instan tetapi harus diciptakan”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s