Alasan Orang Mengajukan Resign

resign

Apabila Anda sebagai pegawai  kantor, pasti Anda tidak asing dengan kata resign. Resign tidak sama artinya dengan PHK atau pemecatan walaupun keduanya mengandung unsur berhenti bekerja. Resign merupakan pengajuan pengunduran diri untuk berhenti bekerja pada suatu perusahaan. Sehingga resign dapat dikatakan berhenti bekerja karena dari pihak karyawan sendiri. Sedangkan PHK atau pemecatan merupakan pemberhentian kerja yang dilakukan pihak perusahaan terhadap karyawan berdasarkan alasan tertentu.

Kemarin, Sabtu, 31 Agustus 2013 ada dua orang teman kantor yang mengajukan pengunduruan diri sebagai karyawan. Saya sendiri tidak terlalu tahu alasan dari keduanya untuk resign. Tetapi hal tersebut memang sudah wajar mengingat setiap orang mempunyai pilihan dan menjadi hak dalam hidupnya untuk resign. Begitulah sekiranya makna yang terkandung dalam pelepasan teman kantor kami pagi tadi.

qodir

Ket: Penampakan Syeikh Abdul Qodir (baju merah, tengah, dan berkacamata) teman saya yang resign dan berpredikat “lulus dengan mumtaz” dari tempat kerja kami.

Bagi Anda yang berprofesi sebagai karyawan, pernahkan terpikir untuk resign dari perusahaan tempat Anda bekerja sekarang? Apa alasan Anda ketika suatu saat akan mengajukan resign?

Bagi saya, alasan resign terbagi menjadi dua, yaitu alasan yang tidak ditampakkan/disampaikan dan alasan yang tampak (dibuat se-logis mungkin bagi atasan). Biasanya alasan yang tidak ditampakkan/disamapaikan ini menjadi faktor utama seseorang mengajukan resign. Karena hampir tidak mungkin disampaikan karena takut menyinggung perasaan orang sehingga terkadang orang lari dan mencari berbagai alasan yang logis untuk disampaikan. Tapi mungkin bagi orang yang suka dengan blak-blakan hal tersebut tidak berlaku dan ia menyampaikan apa adanya mengapa ia mengajukan resign. It’s your choice!

Alasan Karyawan Mengundurkan Diri (Resign) yang Tidak Disampaikan

1.       Gaji, Fasilitas & Tunjangan

Permasalahan gaji, fasilitas dan tunjangan merupakan alasan utama seseorang mengajukan resign dari suatu perusahaan. Ketiga hal tersebut merupakan faktor-faktor kesejahteraan yang senantiasa menjadi tuntutan bagi karyawan. Entah karena himpitan kehidupan yang semakin menjepit atau memang sifat manusia yang selalu merasa kurang dengan semua yang sudah ada. Intinya, untuk bisa menjalani hidup dengan nyaman membutuhkan faktor-faktor kesejahteraan tersebut. Maka dari itu, alasan ini menjadi alasan yang paling umum. Tetapi biasanya, alasan ini jarang yang diungkapkan langsung ke pihak perusahaan, kecuali orang-orang yang berkarakter nekad dan blak-blakan tadi. Karena biasanya alasan gaji, fasilitas dan tunjangan menjadi hal sensitif untuk dibicarakan ketika mengajukan resign.

2.       Atasan Terlalu Banyak Menuntut

Atasan banyak menuntut memang hal yang wajar. Karena mereka juga mendapat tuntutan dari dewan direksi tetapi terkadang tuntutan mereka yang tidak masuk akal dan intensitas yang terlalu sering. Atasan yang terlalu menuntut biasanya tidak disukai oleh bawahannya. Bahkan ketemu saja enggan apalagi mengajak bicara. Atasan yang sering menuntut biasanya dicap sebagai atasan yang kerjaannya suruh sana suruh sini, ganti format kerjaan secara mendadak sehingga mengubah jalannya produksi selain itu membuat targetan yang tidak masuk akal pula. Huffh, sungguh menyebalkan! Bahkan kadang saya berkata kepada kawan “penderitaan” saya, “belum tentu apa yang disuruh atasan tersebut mampu ia kerjakan sesuai dengan targetan yag ia buat.  Bisanya cuma ngomong thok! “

3.       Overload Job Description – Unjob Description

Alasan ini biasanya dikemukan oleh karyawan yang bekerja di kantor dengan jumlah karyawan yang tidak terlalu banyak, sehingga beberapa tugas yang seharusnya dihandle oleh beberapa orang, diharuskan dihandle sendiri. Selain itu, terkadang tugas yang seharusnya menjadi job orang lain malah kita yang mengerjakan. Alasannya karena targetan kita sudah mulai aman, sedangkan yang lain belum sehingga mau tidak mau ya harus ikut mengerjakan tugas orang lain.

Sebenarnya kalau untuk membantu sesama kawan karyawan kita oke-oke saja. Tetapi hal ini menjadi suatu kebiasaan di kemudian hari. Karena sang atasan tidak mampu membuat sistem/manajemen yang baik mengenai permalasahan yang sama setiap tahunnya.

4.       Kenyamanan Tempat Kerja

Beberapa karyawan akan resign dari tempat kerjanya jika sudah tidak merasa nyaman dengan lingkungan kerjanya. Salah satunya mungkin karena kantor/ruang kerja yang kurang representatif, sehingga tidak dapat konsentrasi dengan apa yang dikerjakannya. Pengalaman dari teman saya, dulu ketika bekerja di Jakarta, dia menempati kantor perusahaan yang sebenarnya tidak layak menjadi sebuah kantor. Teman saya menyebutnya kandang ayam, karena bangunan kantor yang semi permanen sehingga kelihatan sangat kumuh. Padahal tidak jauh dari kantor teman saya, ada bagunan rumah mewah tempat kediaman sang direktur. Kawan saya itu kemudian sering menyebut dengan “Gubug Derita”. Makanya dai memutuskan resign dan balik ke kampung halaman di Boyolali.

5.       Konflik Dengan Rekan Kerja

Konflik dengan rekan kerja merupakan pemicu resign juga. Bagaimana tidak? Kerja kalau ada masalah personal dengan rekan kerja tentu sangat menganggu dan tidak mengenakkkan bukan? Bisa jadi penyebabnya hanya kesalahpahaman, daripada terjadi percekcokan yang tidak berujung atau rasa tidak enak maka salah satunya akan mengajukan resign. Tetapi sebenarnya untuk hal ini bisa diatasi dengan saling terbuka dan meminta maaf.

6.       Tidak Ada Peningkatan Karir

Tipe karyawan itu bermacam-macam, ada yang career oriented ada pula yang karyawan “lurus”. Biasanya kalau yang bertipe career oriented memandang pekerjaan dengan melihat prospek jenjang karier yang jelas. Hal ini wajar karena jenjang karier juga menentukan kesejahteraan hidup. Kalau tidak mempunyai prospek yang bagus biasanya memilih untuk resign dan mencari tempat yang baru. Berbeda dengan karyawan “lurus’ asal nyaman bekerja disitu biasanya akan memilih untuk bertahan.

7.       Tidak Mendapat Pengakuan

Umumnya, karyawan akan merasa bangga bila pekerjaannya diakui oleh bos atau rekan-rekan. Pengakuan ini bisa dalam bentuk ‘reward’ atau penghargaan seperti pujian, pemberian bonus, kenaikan gaji, kenaikan jabatan, dan lain-lain. Tapi jika pengakuan ini tidak pernah dirasakan, biasanya orang akan menganggap apa yang telah ia lakukan selama ini sia-sia belaka. Ini juga merupakan salah satu alasan kenapa karyawan memilih resign.

Alasan Karyawan Mengundurkan Diri (Resign) yang Disampaikan

1.       Akses ke Tempat Kerja

Jarak rumah dengan tempat kerja, disadari atau tidak akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi seorang karyawan. Jarak yang terlalu jauh terkadang memberikan dampak gairah kerja karena jarak yang ditempuh terlalu jauh dan lama. Sehingga ini menyebabkan tidak semangat ketika berangkat kerja. Selain itu dari segi ekonomis, jarak terlalu jauh juga menyebabkan pembengkakan biaya untuk bensin. Sangat logis apabila jarak terlalu jauh membutuhkan alokasi dana untuk bensin yang besar sehingga mengurangi jatah biaya yang lain. Maka pilihan yang tepat adalah resign dan mencari tempat yang lebih dekat. Kalaupun harus kontrak rumah masih enak/logis bagi yang belum menikah, kalau sudah menikah tentu hal ini menjadi pertimbangan tersendiri.

2.       Pengembangan Karir

Terdengar sedikit diplomatis alasan tersebut, tapi inilah pilihan jawaban yang paling bijak dari semua karyawan yang berniat resign dari tempat kerjanya. Alasan ini memberikan suatu pernyataan yang diplomatis mengenai resign dari perusahaan. Dia akan mengutarakan jawaban ini meskipun dirinya belum yakin apakah akan dapat melanjutkan karirnya dengan lebih baik ditempat lain.

3.       Melanjutkan Cita-cita yang Tertunda

Hal ini hampir sama dengan no 2 tetapi sedikit perbedaan menyertainya. Pada poin 3 ini lebih kepada tujuan yang hendak ia capai dan ia telah mengidamkan selama beberapa tahun. Bisa jadi karena ia ingin melanjutkan kuliah/sekolah ataupun bekerja pada perusahaan yang telah ia idamkan sejak dulu.

4.       Jadi Enterpreneur!

Tidak mudah menjadi seorang enterpreneur, tetapi alasan resign untuk menjadi enterpreneur merupakan alasan yang cukup prestisius. Banyak contoh yang kita dengar dalam seminar atau tulisan kewirausahaan, tokoh-tokoh enterpeneur sukses yang awalnya bekerja di kantor dan memilih resign demi melanjutkan passion enterpreneurnya.

 Masih banyak hal lagi yang bisa dijadikan suatu alasan mengapa orang meiulih resign dari tempat bekerjanya. Tapi asal tahu saja, banyak karyawan yang resign dengan mengatakan alasan ‘ingin mendapatkan kesempatan yang lebih baik’. Padahal sesungguhnya banyak karyawan yang mengatasnamakan ‘kesempatan’ untuk menyamarkan motivasi yang sesungguhnya.

Semoga Bermanfaat.

Sumber:  http:// riefsaf.blogspot.com

2 thoughts on “Alasan Orang Mengajukan Resign

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s