Mbolang ke Serang (3)

Part 3 : Bus ALS yang S*AL-an

Masih ingat ibu penjual bubur ayam yang sempat saya singgung di Mbolang ke Serang (2). Setelah menyelesaikan semua pekerjaan  pada hari H, Minggu, tanggal 3 November 2013 pada pukul 10.00 WIB, saya akhirnya kembali ke Terminal Pakupatan untuk pulang ke Solo. Nah, ibu penjual itulah yang saya temui karena beliau bisa “membantu” saya dalam mencari bus ke Solo.

Singkat cerita, saya dipertemukan dengan agen bus yang katanya adalah menantunya. Di dalam kantor agen bus tersebut sudah ada sekitar 5 orang rombongan yang juga akan pulang ke Purworejo, Kebumen, dan Klaten. Akhirnya saya bersama kelima orang tersebut pulang bareng melalui agen bus tersebut dengan jalur selatan. Sebenarnya saya sendiri dan beberapa teman baru tadi sudah sempat curiga dengan keadaan dan pelayanan agen tersebut. Karena  tidak ada papan nama bus serta tiket bus hanya fotokopian selain itu juga tidak ada pemberitahuan kursi tempat duduk yang akan kami pakai di dalam bus. Teman saya bertanya, nama bisnya apa mas? Kata si agen, nama busnya ALS. Saya sendiri belum pernah mendengar nama bus ini, tetapi teman saya katanya busnya tidak terlalu bagus. Tetapi mau bagaimana lagi, tiket sudah ditangan kalau dikembalikan berarti hanya separuh harga yang akan dikembalikan. Ya sudah akhirnya kita menerima dan mencoba merasakan “enaknya” bus.

Ini foto tiket yang berbentuk fotokopian yang juga tidak ada nama busnya.

100_3357

Setelah shalat jamak dhuhur dan ashar, saya dan beberapa teman saya masih menunggu sekitar setengah jam sebelum pemberangkatan.  Akhinya saat pemberangkatan tiba, tetapi ada hal aneh, sang agen mengatakan terjadi kemacetan di tol sehingga tidak akan melewati terminal. Saya sendiri sangat curiga dengan hal ini, karena kita kemudian digiring dengan angkot menuju jalan tembus tol seperti jalan tikus yang tidak jelas. Di angkot tersebut kita bertemu lagi dengan seorang teman baru yang akan pulang ke Klaten dan seorang bapak beserta putrinya yang akan pulang ke Bantul.  Tetapi anehnya adalah tarif yang dikenakan pada kami berbeda-beda, saya dengan rombongan 5 orang teman dibanderol harga 165 ribu per orang, sedangkan teman saya yang baru tadi dibanderol 200 ribu. Dari sini sudah tampak lagi kecurigaan kami.

Benar saja, kami naik bus ALS  (Antar Lintas Sumatera) di pinggir jalan tol yang setahu saya, bus ataupun mobil tidak bisa menaikkan dan menurunkan orang sembarangan di jalan tol.  Ketika kami naik bus betapa terkagetnya kami, karena ternyata tidak ada tempat kosong bagi kami, padahal ini bus VIP AC yang seharusnya tidak menurunkan dan menaikkan orang sembarangan tempat dan no duduk seharusnya sudah pas dengan tiket. Tapi ini berbeda, beberapa orang dari kami dipaksakan untuk duduk bertiga dengan seat tempat duduk 2-2. Selain itu, di tengah badan bus (jarak antara tempat duduk seat kanan dan kiri) terdapat balok-balok yang digunakan untuk kursi tambahan. Wah, sontak saya langsung bicara sama teman saya,wah keterlaluan ini mah bus AC Ekonomi bukan AC VIP.

Masih ada hal lain yag membuat bus ini saya sebut bus SIAL-an. Karena fasilitas toliet ternyata tidak ada airnya. Sehingga orang yang kebelet buang air kecil terpaksa harus “pipis” tanpa dibasuh. Atau berarti menahan buang air kecil sampai bus berhenti di pom bensin. Keterlaluan sekali bis ini, bagaimana mereka tega membiarkan penumpang menahan bau pesing dan menahan rasa sakit karena tidak ada fasilitas toilet yang memadahi. Selain itu, kondisi mobil yang tidak sebagus bis yang selayaknya AC VIP. Walaupun AC terbilang cukup bagus dan mesin bagus, tetapi suara “reyot”menunjukkan bus ini merupakan bus yang sudah berumur lama. Padahal sang agen mengatakan bus nya baru dan bagus.  Tidak cukup hanya itu, pada malam hari di daerah Purwokerto-Kebumen menuju Jogja, sang sopir mengendarai bus ini tanpa memperhatikan keselamatan penumpang. Jalan yang tidak begitu rata tetap saja “nyopir” dengan ugal-ugalan. Bahkan kita harus doyong kanan-doyong kiri karena perubahan alur setir.

Lebih nyesek lagi kita kena tipu oleh sang agen bus, katanya bus ALS ini sampai ke Surabaya/Jember artinya akan melewati Klaten dan Solo. Tetapi kenyataan berkata lain, bus hanya sampai ke Jogja itupun tidak masuk ke terminal tetapi pulang ke kandangnya di Jogja katanya di daerah Jl. Perintis Jogja. Sontak kami pun benar-benar ingin “misuh” atau mencaci maki agen dan bus tersebut.

Bus ALS ini memang mengkhususkan perjalanan lintas Sumatera dan Jawa. Tapi kalau di Jawa biasanya melewati jalur selatan. Saya sarankan, kalau memang ada bus lintas Sumatera – Jawa yang lebih baik mending ambil bus tersebut walaupun costnya sedikit lebih mahal daripada memakai bus ALS ini. Selain itu, bagi Anda yang bepergian hanya lintas Jawa, saya kira masih banyak pilihan bus yang bisa Anda pakai, pakailah bus yang lain yang sekiranya lebih baik dari ALS walaupun costnya lebih mahal sedikit. Karena pengalaman saya tersebut bisa jadi dapat Anda alami. Pilihlah bus yang memang sudah terpercaya dalam melayani konsumen/penumpang.

Selain itu, ketika Anda berpergian ke tempat yang baru pertama kali, jangan mudah percaya kepada orang yang mengaku se-daerah ataupun dari suku yang sama kecuali Anda sudah kenal. Karena tidak semua orang yang baru kita kenal dan kita kira baik ternyata benar-benar baik. Waspadalah!

Ini foto bus ALS yang saya ambil ketika berhenti di tempat loket mereka sekitar Tangerang/Jakarta.

 100_3353

Semoga menjadi informasi bagi Anda yang berpergian menggunakan bus. Tulisan ini bukan bermaksud untuk memojokkan bus ALS tetapi saya hanya ingin menyampaikan rasa kecewa saya dengan ketidakprofesionalan (atau bahkan penipuan) para kru (mulai dari agen, sopir ataupun kernet serta manajemen). Dan, semoga menjadi suatu evaluasi dan perbaikan untuk lebih mengutamakan kenyamanan dan keselamatan penumpang dalam perjalanan. Jangan hanya sekedar mencari keuntungan tetapi melupakan keselamatan dan kenyamanan penumpang. Terima kasih!!

2 thoughts on “Mbolang ke Serang (3)

    1. kanglondo Post author

      ya kayak gitulah gan kalau hanya cari untung. padahal kl fasilitas bagus pelanggan ngga akan sungkan untuk kembali memakai jasa yang berkualitas

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s