Optimis Realistis?

optimism-realism-600x399

Hidup itu selalu berproses. Berproses untuk menjadi lebih baik adalah jalan yang ingin ditempuh oleh siapapun, tak terkecuali juga Anda. Hanya saja, masih banyak orang yang mengatakan berproses merupakan suatu keadaan mengalir dan mengikuti arus kehidupan. Padahal dalam berproses terdapat peluang untuk meningkatkan kapasitas dan kuailitas hidup.

Sesorang yang mempunyai motivasi tinggi tentu memiliki kemampuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan keadaan selama berproses. Contoh sederhana, seorang karyawan dalam perusahaan penerbitan yang mempunyai kemampuan meningkatkan kapasitas hidupnya, selama bekerja ia dapat berjanji pada dirinya dan bertindak untuk suatu saat bisa membuat sebuah buku. Kenapa? Karena dunia yang ia geluti adalah penerbitan, maka akan sangat disayangkan apabila orang yang sudah lama berkecimpung dalam dunia penerbitan tidak bisa membuat buku.

Berbeda dengan orang yang sekedar berproses menjalani aliran kehidupan. Orang seperti ini pasrah dan tidak mempunyai kemampuan untuk meningatkan kualitas hidupnya dengan impian-impain yang harus dicapainya. Kita pasti berpikir sungguh malang hidup orang ini seperti mayat hidup dalam pergumulan persaingan hidup manusia.

Untuk itulah seseorang yang mempunyai kualitas dalam memanfaatkan masa berproses harus mampu untuk menciptakan impian dan peluang dengan berbagai langkah yang tepat. Lalu apa saja yang harus dimiliki agar seseorang dapat hidup secara berkualitas?

Dalam perenungan saya, ada dua hal yang sangat penting untuk dimiliki sesorang agar hidupnya (menjalani proses kehidupan) menjadi seseorang yang bermanfaat dan mengalami kesuksesan.

OPTIMISME

Optimisme merupakan sebuah mental yang berkembang dari rasa percaya diri yang tinggi, diperkuat dengan keahlian/kemampuan teknis dan nonteknis, dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang ada dalam mengambil langkah dan keputusan. Optimisme menjadi sebuah energi penggerak untuk melakukan suatu tindakan. Dari optimisme itulah muncul langkah-langkah yang nyata agar terjadi perubahan dalam hidupnya.

Optimis berarti memiliki konsep positif, berani mengambil resiko, memiliki rasa percaya diri, semangat motivasi yang baik, dan selalu mampu mengontrol emosi dalam setiap situasi. Optimisme dapat tercermin dari sikap dan perilaku kita sebagai manusia, dengan selalu memiliki visi kedepan untuk berkembang dan membangun kualitas hidup yang lebih baik.

Contoh sederhana optimisme ini adalah seseorang yang akan mengikuti tes masuk suatu perusahaan harus mampu meyakinkan dirinya bahwa dirinya pantas untuk bekerja di perusahaan yang diinginkan tersebut.  Dimulai dari perasaan optimis seperti ini, tentu kita akan tergerak untuk mengerjakan tes dengan sebaik mungkin agar hasilnya sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Lalu bagaimana dengan faktor x yang lain, misalkan kompetensi lawan yang kita hadapi? Rasa optimisme harus bisa mengesampingkan wilayah itu. Cobalah untuk berpikir bahwa semua yang mengikuti tes beranjak dari start yang sama.  Semua harus mengikuti tahapan  tes yang sama, artinya peluang untuk lolos masih terbuka untuk semua. Dengan berbekal rasa optimisme tentu hal tersebut seharusnya menjadi suatu motivasi untuk menunjukkan kapasitas diri kita.

 REALISTIS

Realistis adalah memandang sesuatu sebagai sebuah hal yang nyata terjadi, tidak bisa dipungkiri, dikaburkan atau dibuat-buat. Pernyataan tersebut sangatlah jelas maknanya bahwa realistis adalah sesuatu yang kita pikirkan kalau suatu keadaan benar-benar sudah terjadi, tidak bisa dipungkiri atau dibuat-buat.

Hal tersebut bermakna sikap realistis kita aplikasikan apabila kita sudah menemukan suatu keadaan yang memang sudah tidak bisa dibuat-buat lagi. Tetapi, selama ini masih banyak orang yang salah kaprah dengan pengertian realistis itu sendiri. Banyak orang yang mengartikan bahwa realistis merupakan suatu keadaan yang cenderung negatif dimana realitas itu selalu identik dengan pesimis. Artinya apa, orang terkadang meyakini bahwa “ini tidak mungkin bisa dilakukan …. . Hal ini sangat lumrah kita temui dalam masyarakat kita. Padahal banyak orang yang percaya bahwa kesempatan 1 % pun bisa mengubah dan membalikkan keadaan menjadi keuntungan 99%. Karena keadaan yang benar-benar tidak bisa diubah belum benar-benar terjadi.

Dari contoh tersebut, ada benang merah antara optimis dan realistis yaitu realistis dapat membangkitkan optimisme hidup. Hal ini juga diamini oleh studi Sophie Chou dari The National Taiwan University yang mengatakan bahwa optimis reailistis mampu meningkatkan kesuksesan seseorang.

Ms. Chou berpikir yang terjadi pada seseorang yang memiliki jiwa optimis realistis percaya memiliki kontrol atas diri sendiri dan nasib mereka, termasuk dalam hubungan dan pekerjaan.

“Setiap kali mereka menghadapi masalah atau tantangan, mereka tidak akan mengatakannya,” tutur Ms. Chou. “Mereka akan lebih kreatif dalam memecahkan suatu masalah karena memiliki rencana b dan c untuk menghadapi masalah,” tambah Ms. Chou seperti yang dilansir Dailymail.

Untuk itulah penerapan sikap optimis realistis menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat bagi setiap orang. Bahkan kalau dikembangkan, optimis realistis bisa menjadi suatu karakter kepribadian yang baru yang tentunya membawa kesuksesa bagi setiap orang yang memilikinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s