Semangat nulis lagi!

Ahhhh, rasanya sudah lama sekali tidak membuka blog ini. Padahal tak banyak kesibukan yang ku lalui. Atau justru karena tak sibuk itu pula aku malah jarang membuka blog ini. Ahh entahlah.

Mungkin benar juga pernyataan ini “kalau kita tidak disibukkan dengan kebaikan, maka kita pun akan disibukkan dengan keburukan.” Astaghfirullah, mohon ampunan-Mu Ya Allah.

Oke lah. Kembali lagi harus  memompa semangat ntuk menulis lagi. Paling tidak satu atau dua postingan lah per bulan. Lha ini udah hampir 5 bulan, sejak November tahun lalu belum sempat posting, padahal hampir setiap hari juga connect internet.

Kesibukan menulis yang lain terkadang melupakan blog ini. Semoga ke depan lebih baik lagi.

Beberapa bulan menyiapkan beberapa judul naskah buku yang rencana akan ku kerjakan dan ku selesaikan di tempat yang baru. Memang menulis itu susah susah gampang.

Susahnya adalah menjaga mood dan konsistensi. Terkadang mood hilang pergi entah kemana. Pas mood datang dengan wajah ceria, dalam dua jam pun bisa menyelesaikan beberapa lembar halaman. Tapi kalau moodnya ngajak malas , ahhh dua paragaraf aja bisa dua jam selesainya.

Yang kedua konsistensi, sebenarnya ini juga masih bersinggungan dengan mood. Tapi, ini sedikit berbeda. Konsistensi ini ada dua. konsistensi dalam penulisan agar pembahasan tidak melenceng dari fokus yang dibahas. Ada pula konsistensi berkaitan dengan hasil tulisan, kadang bisa banyak kadang cuma sedikit halamannya.

Selidik punya selidik ternyata ungkapan di atas (yang saya cetak miring) berkaitan dengan adanya mood. Ini pengalaman, kalau saya melakukan hal-hal yang mengandung maksiat (maklumlah manusia tempatnya salah), terkadang mengundang mood jelek. mau nulis bawaannya malas melulu. Terkadang tergoda dengan empuknya kasur tidur. Kadang pula udah di depan laptop, ngadep buku referensi, adanya malah ngantuk, bingung mau nulis apa, dimulai dari mana dan sebagainya. Sehingga penulisan mundur lagi. Padahal sebenarnya pengin banget segera selesai.

Tapi kalau pas iman naik-naiknya, ga tidur semaleman untuk nulis pun betah. Hasilnya juga lumayan. Sekali nulis, langsung mengalir ga sadar kalau sudah dapat lebih dari dua halaman.

Bagi pemula seperti saya, nulis satu halaman saja seolah-olah satu buku penuh. Lama banget memenuhi satu halaman, karena bingung yang mau ditulis apa, mulai dari mana dan enaknya awalannya seperti apa. Ahh, semua jadi ga selesai. Saya yakin semua penulis pemula seperti itu.

Tapi memang harus seperti itu. Kalau sudah terbiasa nulis mah, nulis ya nulis aja. Ga urusan yang namanya bagus atau tidak. Yang penting nulis dulu, edit belakangan.

Kayak tulisan ini. Sebenarnya ga ada mood nulis, tapi sekali nulis, ga tahu jari-jari tangan penginnya ngetik melulu. Hasilnya? Jangan ditanya pasti amburadul, karena memang saya asal nulis ga tak pikirkan konsep apa yang saya tulis di dalam postingan ini.

Ha ha ha. Intinya cuma satu, bagi pemula itu yang penting rajin-rajin nulis aja. Ga usah peduli bagus atau tidak. Tulis ampe selesai, baru edit. Kalau kurang pas, ya perbaiki biar bagus. Intinya. tetap menulis agar otak terbiasa berpikir mengalir, masalah sistematika berpikir nanti akan ketemu sendiri kalau kita sudah terbiasa menulis dan mengevaluasi. Layaknya orang belajar berjalan, jatuh-jatuh dulu ga apa-apa, nanti pada akhirnya akan menemukan ritme berjalan yang benar sesuai dengan pengalaman.

Kedua, kalau ada mood yang datang baik jelek atau buruk, segera instrospeksi. Kadang apa yang kita perbuat atau kita pikirkan mempengaruhi datangnya mood. Kalau seringya mood yang datang jelek, berarti evaluasi diri jangan-jangan selalu berbuat maksiat atau terlalu banyak berpikir jelek. Hidup itu untuk dinikmati, pikirkan dan berbuatlah yang baik-baik, sekali berpikir atau berbuat jelek kita sendiri yang rugi.

So, selama kita sibuk dengan kebaikan, tentu kebermanfaatan yang diperoleh. Tetapi ketika kita disibukkan dengan keburukan maka mudharat lah yang diperoleh. Nikmati hidup dengan kebaikan.

Maaf, kalau tulisannya ngawur ga karuan. Toh ini cuma sekali ngetik saja tanpa dipikir benar atau salah apalagi diedit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s