Tanggung Jawab Hilang!

Sepertinya dulu, jaman saya masih SMP-SMA siswa tidak mengerjakan tugas atau tidak ikut ulangan, akan bersegera mendatangi guru bersangkutan, meminta maaf dan mencari tugas pengganti atas kealpaannya tersebut.

Tapi, siswa sekarang nampaknya tidak demikian. Dengan senyum tanpa dosa, mereka bertemu guru menyapa layaknya kawan, entah lupa atau melupakan tugas dan tanggung jawab yang mesti ia tunaikan. Bahkan tak ada gurat rasa malu sedikitpun dari mereka karena kelalaian tersebut. Heran, sungguh heran saya.

Saya yakin, tidak hanya saya yang menjumpai hal seperti ini. Banyak guru-guru yang merasa kecewa dengan sikap lepas tanggung jawab dari siswa seperti ini. Akibatnya, ketidakikhlasan dalam mengajar dan memberi nilai menjadi imbasnya. Karena ketidakikhlasan itu pula, ilmu tersebut akhirnya tersendat dan tidak tersampaikan dengan baik, sehingga siswa menjadi tidak paham.

Apa masalahnya?

Masalahnya kompleks walau ini adalah soal yang sepele! Solusinya bukan meminta tugas tersebut secara berulang-ulang kepada siswa. Bukan pula memberi ancaman tidak memberikan nilai kalau tidak mengumpulkan, karena justru hal itu malah memperkeruh karakter mereka. Mereka hanya akan melakukan tanggung jawabnya jika diminta.

Solusinya sungguh-sungguh bersifat integralistik. Tanggung jawab seharusnya sudah menjadi karakter yang sejak dini ditanamkan dari keluarga. Sedangkan sekolah atau perangkat pendidikan formal hanya bertugas menyemai dan memelihara tanggung jawab tersebut menjadi semakin kokoh dalam kegiatan dan interaksi pembelajaran. Namun, sayang kalau semua sudah terjadi. Bukan tidak bisa ditanggulangi, tapi membutuhkan energi yang berlipat-lipat untuk mengubah dan  menanamkan kembali karakter tersebut.

Itu baru satu karakter saja. Belum lain, siswa sekarang kebanyakakan malas belajar, kebanyakan nongkrong dan kongkow dengan kawannya. Masalah timbul lagi di sana. Banyak tak perlu disebut satu-satu.

Itu hanya sekelumit cerita saja, masih banyak masalah-masalah dunia pendidikan tak hanya dari segi siswa, bahkan guru atau sarana prasarana pun menjadi bagian tak terpisahkan dari peliknya masalah pendidikan nasional.

#Masih peringati, Selamat Hari Guru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s