Author: kanglondo

Dapat 7th Year Anniversary with WordPress

Posted on

Screenshot_WORDPRESS 1

Mungkin selama 7 tahun ini, saya termasuk orang yang bukan terlalu intens mengisi kolom-kolom tulisan dalam blog wordpress. Hanya di awal-awal pembuatan pada tahun 2013 mungkin yang sangat intens. Dimana pada saat itu, saya cukup bisa membanggakan diri, dalam waktu 3-4 bulan jumlah views bisa mencapai 50 ribuan. Waktu itu hanya memakai bantuan SEO yang sederhana, kemudian konsistensi menulis yang terjaga. Hal ini memicu, kawan yang dulu pasif menjadi aktif kembali untuk ngeblog.

Tapi yang namanya manusia, konsistensi adalah ujian terberat dalam melakukan kebaikan. Karena niat awal saya adalah berbagi, sehingga harapannya blog saya ini menjadi bagian dari kebaikan saya. Konsistensi yang menjadi masalah, di perjalanan waktu, blog ini seakan-akan tidak terurus. Banyak bulan demi bulan terlewatkan begitu saja tanpa ada postingan.

Ternyata hari ini diingatkan oleh WordPress, saya mendapat achievement bahwa tepat hari ini saya sudah login  dengan WordPress pada 7 tahun yang lalu.

Flying with WordPress! 

Advertisements

Pedoman Inobel 2018 untuk Guru Pendidikan Menengah

Posted on

Pada awal tahun 2018 ini, Kementerian Pendidikan melalui Direktorat Pendidikan Menengah, Dirjen GTK mengadakan Lomba Inobel 2018. Lomba ini diharapkan mampu membangun kreatifitas dan semangat budaya kompetitif yang sehat di kalangan guru. Lomba Inovasi Belajar merupakan upaya untuk memperbarui sistem dan perangkat pembelajaran agar kualitas proses dan hasil pembelajaran menjadi lebih baik. Inovasi pembelajaran meliputi; pengembangan materi ajar, pengembangan metode, media dan evaluasi pembelajaran. Inovasi pembelajaran dapat dilakukan melalui penelitian eksperimen, penelitian tindakan dan penelitian & pengembangan (research and development).

Lomba ini dibagi menjadi tiga kategori yang berbeda.

a. Lomba Inobel Pemula
Lomba Inobel Pemula adalah lomba yang diikuti oleh guru SMA, SMALB dan SMK untuk berkompetisi pada tingkat nasional dalam penyusunan karya inovatif ditujukan bagi guru yang belum pernah mengikuti Lomba Inovasi Pembelajaran (Inobel) yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah.
b. Lomba Inobel Madya
Lomba Inobel Madya adalah lomba yang diikuti oleh guru SMA, SMALB dan SMK untuk berkompetisi pada tingkat nasional dalam penyusunan karya inovatif ditujukan bagi peserta yang pernah ikut menjadi finalis pada lomba Inobel yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah.
c. Lomba Inobel Utama
Lomba Inobel Utama adalah lomba yang diikuti oleh guru SMA, SMALB dan SMK untuk berkompetisi pada tingkat nasional dalam penyusunan karya inovatif ditujukan bagi bagi para Juara 1, 2 dan 3 dari berbagai macam lomba tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah.
Silahkan download link berikut mengenai pedoman Inobel 2018.

Tips Menghilangkan Kejenuhan

Posted on Updated on

Tiga tahun sudah menjalani profesi sesuai dengan disiplin ilmu selama kuliah yaitu sebagai guru kimia. Banyak hal yang didapat baik rasa suka maupun duka. Semuanya menjadi pelajaran yang berharga untuk selalu mensyukuri apa yang telah diberikan oleh sang Maha Kuasa.

Dalam menjalani rutinitas sebagai guru itulah, terkadang pula rasa jenuh menghampiri. Dan saya yakin, hal ini akan berlaku sama terhadap profesi apapun. Kejenuhan saya bukan soal jenuh dalam mengajar. Bukan soal jenuh memberikan ilmu di depan kelas. Bukan soal menghadapi siswa yang beraneka ragam karakter dan perilaku. Namun kejenuhan yang terasa adalah pelaksanaan tugas-tugas tambahan yang terkadang menyita lebih banyak waktu daripada tugas utama untuk mengajar dan mendidik.

Ketika menghadapi kejenuhan, ada beberapa hal yang biasa saya lakukan dan barangkali bisa juga Anda bisa ikut menerapkan dalam menghadapi kejenuhan Anda.

1. Ajak keluarga liburan

Liburan tidak berarti kita harus pergi jauh ke tempat wisata. Liburan di sini, saya maksudkan nikmati kebersamaan bersama keluarga, terutama anak dan istri. Ini saya lakukan, karena keluarga lah energi terbesar saya dalam menjalani rutinitas kerja. Karena apa yang kita lakukan semua untuk keluarga. Bagi saya, kebersamaan bersama keluarga merupakan cara yang efektif untuk melepaskan kejenuhan.

Jpeg
Jpeg

2. Belajar hal-hal kecil namun baru bagi Anda

Tak perlu hal yang berat untuk mengubah kebiasaan kita. Begitu pula, untuk melepaskan jenuh, buatlah sebuah “jeda” dalam ruang waktu kehidupan Anda dengan mencari hal yang baru.

Belajar lah menanam cabe atau tomat dalam 3atau 5 pot yang bisa Anda taruh di rumah. Walaupun mungkin Anda bukan seorang ahli pertanian. Cobalah rawat tanaman tersebut sampai bertumbuh. Tidak usah memikirkan hasilnya, tapi lakukan rutinitas perawatannya. Hal ini bisa membuat kejenuhan berangsur menghilang dari kepenatan hidup.

3. Lakukan hal yang Anda sukai

Setiap Jum’at, jam 3 sore, adalah waktu bagi saya bermain futsal bersama kawan-kawan saya. Istri sangat paham dengan rutinitas ini, sehingga jika tidak ada hal yang mendesak, tidak mungkin istri akan komplain dengan kebiasaan saya ini.

Futsal adalah bagian yang saya suka dalam menjalani kehidupan ini. Selain sehat, olahraga ini mampu membantu sejenak melepaskan kepenatan dan kejenuhan. Jika Anda mempunyai kesukaan main game online, lakukan itu untuk membantu Anda melepaskan kejenuhan. Jika Anda suka memancing, lakukan hal itu.

Lakukan lah hal yang Anda sukai untuk membantu Anda menemukan semangat menjalani rutinitas kerja Anda.

4. Berdiskusi dengan orang yang Anda percayai

Diskusi membantu Anda mengalirkan kejenuhan. Anda boleh juga mengartikan diskusi ini sebagai curhat tapi bisa pula diartikan memang benar-benar diskusi dengan hal-hal yang membangun pola pikir Anda.

Ini sering saya lakukan ketika menghadapi kejenuhan. Saya mendatangi kawan-kawan yang memang bisa diajak diskusi terkait hal-hal yang baru atau yang sedang hits saat itu. Ngobrollah sesukamu bersama kawanmu. Akan ada hal baru yang bisa Anda ambil dari diskusi itu. Cobalah.

 

Tahun Baru, Hidup yang Lebih Baru

Posted on

Pada intinya, semangat bersyukur dan muhasabah diri itulah yang harus dilakukan ketika bergantinya tahun. Apakah perlu melakukan perayaan seperti orang-orang lakukan?

Saya kembalikan ke Anda. Jika anda termasuk yang memegang prinsip layaknya kawan-kawan yang melakukan syiar “tahun baru bukan budaya dan ajaran agama” ya sumonggo, silahkan. 

Jika Anda termasuk yang ingin sekali ikut tenggelam dengan “wah” nya pergantian tahun di tempat ramai yang ditemani kembang api, ya saya juga tak bisa melarang Anda. 

Tapi jika Anda  seperti saya menikmati pergantian tahun dengan stand by di rumah menikmati kebersamaan bersama keluarga ditemani nonton boxing day premier league, ya silahkan juga.

Terpenting perlu dipahami jangan ada caci maki. Berjalan sesuai dengan apa yang menjadi keinginan masing-masing. Kalau ada yang bisa Anda lakukan hal yang lebih positif, mending lakukan hal itu. Dan, kita sebagai orang dewasa pun tahu, mana yang positif dan negatif bagi diri kita masing-masing.

Selamat menjalani kehidupan yang baru di tahun yang baru pula.

Kenapa daun-daun itu jatuh??

Posted on

“Ayah, kenapa daun-daun itu jatuh ke tanah kena angin?” 

Itu adalah kalimat pertanyaan yang muncul dari mulut anak saya yang berusia 3,5 tahun. Dengan pelafalan yang masih terbata-bata karena memang anak saya terlambat bicara. 

Tetapi saya bersyukur, kecerdasan emosional maupun intelektual sudah muncul sejak dini. Salah satunya adalah pertanyaan yang tak pernah saya sangka mengenai daun di pagi hari waktu berkunjung di taman Jatisari, Mijen Semarang.

Anda pun pasti mengalami hal seperti ini. Mari menikmati dan mengajarkan hal-hal yang terbaik bagi anak-anak kita.