Author: kanglondo

Kenapa daun-daun itu jatuh??

Posted on

“Ayah, kenapa daun-daun itu jatuh ke tanah kena angin?” 

Itu adalah kalimat pertanyaan yang muncul dari mulut anak saya yang berusia 3,5 tahun. Dengan pelafalan yang masih terbata-bata karena memang anak saya terlambat bicara. 

Tetapi saya bersyukur, kecerdasan emosional maupun intelektual sudah muncul sejak dini. Salah satunya adalah pertanyaan yang tak pernah saya sangka mengenai daun di pagi hari waktu berkunjung di taman Jatisari, Mijen Semarang.

Anda pun pasti mengalami hal seperti ini. Mari menikmati dan mengajarkan hal-hal yang terbaik bagi anak-anak kita.

Advertisements

Arti Pelakor!

Posted on

Sama halnya dengan kata Persekusi, kata Pelakor ini juga viral beberapa waktu yang lalu. Khususnya viral dalam media massa, yang kemudian kata ini menjadi umum digunakan oleh semua orang. Bahkan di waktu-waktu tertentu, saya sempat melihat liputan media massa elektronik yang sifatnya news sempat menggunakan istilah ini. Walaupun saya ragu, apakah kata pelakor ini sudah dibakukan dalam KBBI atau belum.

Makin penasaran lah dengan kata ini-(persis penasarannya sama kata Persekusi). Akhirnya coba lah mencari informasi terkait dengan istilah yang baru didengar ini. Kata kebanyakan orang, istilah Pelakor ini merupakan akronim dari “perebut laki orang”. Itu berarti domain yang ditujukan sebagai pelaku adalah seorang wanita. Yang bertindak secara aktif pelaku pelakor adalah seorang wanita dilihat dari akronimnya.

Kalau ditujukan kepada laki-laki berarti bukanlah pelakor. Mungkin ada istilah lain yang akan muncul jika kejadiannya laki-laki sebagai subjek aktif perebut istri orang. Silahkan saja, pemirsa mengira-ngira kata apa yang tepat untuk itu.

Lalu apakah ada hubungan antara pelakor dan pelacur? Itu yang menjadi pertanyaanya, karena pengucapan kedua kata ini, cukup mirip. Bisa jadi ada!

Inilah uniknya sebuah bahasa, berkembang sesuai dengan zamannya.

 

Arti Persekusi!

Posted on Updated on

Saya cukup penasaran dengan kata “persekusi” yang kemarin sempat booming di media massa. Ketika sepasang kekasih dicurigai oleh masyarakat sekitar melakukan tindakan asusila pada sebuah kontrakan/kos. Kemudian diarak kampung dengan sebagian pakaian dilucuti oleh masyarakat. Kemudian kasus ini muncul dilabeli sebagai tindakan persekusi oleh sekelompok orang terhadap orang lain.

Penasaran saya!

Akhirnya hari ini saya sempatkan untuk searching  arti dari persekusi. Tidak banyak referensi yang muncul untuk mengartikan kata ini. Tetapi KBBI mengatakan bahwa persekusi adalah pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas.

Oleh wikipedia, persekusi diartikan sebagai perlakuan buruk atau penganiyaan secara sistematis oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lain, khususnya karena suku, agama atau pandangan politik.

Dari kedua referensi itu, saya coba ambil bahasa paling mudah untuk mengartikannya, dimana persekusi adalah tindakan yang sudah direncanakan secara sistematis untuk menganiaya ataupun menyakiti orang lain dengan alasan tertentu.

Itulah sekilas pengertian dari persekusi, sebuah kata yang katanya memang sudah ada dalam bahasa Indonesia, namun baru viral beberapa tahun terkahir.

Semoga bermanfaat!

5 Tahun sudah!

Posted on Updated on

5 tahun berjalam sejak November 2012 lalu. Menjalani susah senang bersama, baik bersama besar maupun keadaan yang terasa terdampar seperti saat ini. Berkelana berdua ditambah satu jagoan saat ini. Menjauh dari bumi kelahiran, menjalani kehidupan penuh keberanian di pulau seberang tanpa ada saudara se darah yang berada di sekitar kita.

Semoga jalinan kasih sejak lima tahun sampai detik ini, akan selalu terikat kuat sampai ke akhirat nanti. Saling mengisi, mengasihi dan menguatkan diantara kita. Terima kasih sayangku, terima kasih belahan jiwaku, istriku.

Happy Anniversarry Wedding  yang ke-5.

“Pribumi”

Posted on

Lagi heboh saat ini dengan kata “pribumi”. Ketika Pak Anies, mengucapkan kata itu, sontak beberapa saat kemudian, media-media tertentu mem-blow up kata pribumi ini menjadi semacam kata rasisme anti keberagaman dalam kehidupan berbangsa. 

Saya pun tak mau berkomentar masalah ini, hanya pertanyaan yang muncul di pikiran saya, apakah benar bahwa kata “pribumi” dalam konteks pidato itu berkonotasi anti keberagaman?? Lalu dimanakah letak nurani Anda, jika Anda sebagai WNI terlibat sebagai aktor pembuat gaduh suasana negeri dengan melintir makna pribumi dalam pidato itu?? 

Semoga Indonesia menjadi lebih damai.