Malam di Pontianak.

Disela-sela kesibukan pembekalan guru alih fungsi yang diaelenggarakan di Hotel Gajah Mada Pontianak, saya sempatkan untuk ngopi dengan kawan2 seprofesi. Mengingat, tinggal teraisia satu hari lagi pelatihan, sedangkan besok sudah penutupan dan harus balik ke kota asal untuk bertugas sepeeti biasa. 

Kalau anda berkunjung ke Pontianak jangan lupa bwrkunjung ke daerah jl gajah mada, yang terkenal dengan kampung orang china. Karena hampir sepanjang jalan, kita akan menjumpai orang china dengan beragam profesi.

Manatap Pontianak.

Nostalgia dengan Blog

Ada hal yang paling ingin saya lakukan dalam perjalanan hidup saya, yaitu konsistensi dalam menulis blog. Tetapi pada kenyataannya begitu susah, padahal setiap hari bisa dikatakan hp terkoneksi dengan internet. Aplikasi-aplikasi android memudahkan dalam membuat tulisan.

Namun apa daya, entah karena apa tenryata tidak semudah mengucapkan kata konsistensi. Hingga curhat ini ditulis, ternyata saya baru menyadari bahwa blog ini pun telah ku tinggal hampir 6 bulan lamanya. Waktu yang cukup lama membiarkan sebuh blog hidup tanpa kejelasan arah dari sang pembuatnya.

Aku pun tak ingin berjanji seperti dahulu kala, hanya saja tulisan curhat ini hanya bagian dari nostalgia dari perjalanan tulis menulis yang berjalan lebih kurang 3-4 tahun ke belakang. Memang tidak lah istimewa isi di dalamnya. Tetapi melalui kebiasaan menulis blog inilah, ada beberapa karya walupun nilai materi tak seberapa merupakan hasil dari kebiasaan menulis di blog ini.

Ya, ini adalah curhat nostalgia, Mengingat kembali lembaran kehidupan masa lalu melalui tulisan di dalam blog sederhana ini. Hanya berharap saja, ada kemauan lebih keras lagi untuk terus menerus merawat blog ini.

Ya, itu saja nostalgia kali ini. Salam!

Nyoba Aplikasi WordPress di Android

Akhirnya, setelah sekian lama ingin instal aplikasi wordpress untuk android, terlaksana sudah di pagi hari ini.
Hari minggu pagi, ditemani hujan rintik, nonton spongebob bersama anak, membuat posting pertama memakai aplikasi ini.
Belum tahu juga hasilnya nanti, jika pakai versi webnya, jika emang hasil bisa maksimal sesuai yang diinginkan, mungkin ke depan akan lebih mudah dan setiap saat uodate blog lewat aplikasi ini.
Ok, cukup ini saja postingan perdana. Nanti kalau kepanjangan makah dikira review lagi. Siip!

Berkompromi dengan Keadaan

Semua pekerjaan mengandung resiko. Tak usah mengeluh, itu intinya. Dari semua pekerjaan yang pernah saya geluti, mulai dari karyawan swasta bidang editing naskah  buku, menjadi tentor di bimbel sekaligus tim marketer juga, sampai sekarang menjadi guru beneran di sekolah, semua ada enak dan tidaknya. Dan, saya yakin semua pekerjaan pun akan sama, ada enak ada pula tidaknya.

Tinggal bagaimana kita bisa berkompromi dengan keadaan. Orang yang betah berlama-lama dengan satu pekerjaan, merekalah orang yang mampu berkompromi dengan keadaan. Walaupun pekerjaan itu adalah hobi nya, akan ada masa kejenuhan dalam menjalaninya. Merasa puncaknya ketika, pikiran dan hati merasa sudah tidak ada lagi yang menarik dan menantang dalam pekerjaann nya tersebut. Pada saat itulah, ujian kompromi dengan keadaan dimulai. Bagi yang bisa, maka akan tetap betah di sana, walaupun berbagai faktor yang menyempitkan semangat menyerang. Bagi yang tidak bisa, ya ucapkan saja good bye my job. Dan, cari deh petualangan baru.

Banyak pula orang yang dengan mudah say good bye my job, walaupun pengalaman belum seberapa. Itu dia, masalah rasa dan kompromi. Kalau rasa sudah nggak ngeh bekerja di tempat kerja, maka kompromi akan mengambil alih keputusan Anda. Bertahan atau tidak, itu langkah selanjutnya setelah kompromi tak mampu lagi menahan keinginan untuk keluar dari pekerjaan.

Ambil Enaknya Aja!

Saran saya, dari pengalaman yang sudah saya jalani, pertimbangkan masak-masak sebelum memutuskan resign. Karena keputusan resign, mempunyai dampak sistematis. Mulai dari diri sendiri, keluarga dan bisa jadi perusahaan yang ditinggalkan.

Pengalaman mengatakan, dari sekian orang yang dulu bareng-bareng resign, hampir sekitar belasan orang dalam rentang waktu 3 bulan, tidak semua menjalani hidup lebih nyaman setelah resign. Sekarang, masing-masing sudah menemukan ritme hidupnya, beberapa sudah tak tahu juga rimbanya.

Contohnlah saya, habis resign bingung mau ngapain. Nganggur beberapa bulan, untung istri pengertian. Kerja di bimbel, malah dapat waktu kerja tak karuan. Kita jadi tentor tapi jadi marketer juga. Emang sih dapat pengalaman dan rasa nyaman dalam kerja, dan tidak terlalu ketat, sayang jam kerja yang tak menentu, tidak sebanding dengan hasil yang didapat. Bahkan lebih besar lulusan SMK/SMA kerja di perusahaan yang jam kerja nya jelas 8 jam, tambah waktu berarti hitung lembur. Tetap saja, semua ada enak dan tidaknya.

Sekarang menjalani profesi baru sebagai guru pun sama. Tetap ada nilai enak dan tidak enaknya. Tapi itulah sebuah keputusan hidup, semua ada tanggung jawab dab resiko yang mengikutinya. Maka tak pantas kalau kita mengeluh apalagi menyesali keputusan yang telah dibuat. So, jalani hidupmu sesuai keinginan hati mu, kalau cocok berusahalah bertahan, berkompromi dengan keadaan. Jika tidak nyaman, ambil keputusan yang terbaik. Lalu lakukan dengan tanggung jawab.

Delete Blog!

Berulang kali kepikiran untuk mendelete blog ini. Bahkan beberapa blog baru sudah dibuat baik pakai platform blogger, wordpress atau blogdetik. Tapi rasa-rasanya hati ini tak pernah mampu untuk menghapus blog ini. Padahal sudah jarang sekali di update, belum lagi dunia blogger sudah “lesu” karena orang lebih memilih memposting sesuatu lewat sosial media, bukan blog lagi.

Malam ini pun akhirnya sudah ku putuskan bahwa beberapa blog yang baru ku hapus, dan khusus blog ini tetap harus dipertahankan. Walaupun entah, masih bisa konsisten atau tidak mengisinya. Tapi tetap berharap sempat dan menyempatkan untuk tetap mengisinya.

Semoga!