Latest Event Updates

Tips Menghilangkan Kejenuhan

Posted on Updated on

Tiga tahun sudah menjalani profesi sesuai dengan disiplin ilmu selama kuliah yaitu sebagai guru kimia. Banyak hal yang didapat baik rasa suka maupun duka. Semuanya menjadi pelajaran yang berharga untuk selalu mensyukuri apa yang telah diberikan oleh sang Maha Kuasa.

Dalam menjalani rutinitas sebagai guru itulah, terkadang pula rasa jenuh menghampiri. Dan saya yakin, hal ini akan berlaku sama terhadap profesi apapun. Kejenuhan saya bukan soal jenuh dalam mengajar. Bukan soal jenuh memberikan ilmu di depan kelas. Bukan soal menghadapi siswa yang beraneka ragam karakter dan perilaku. Namun kejenuhan yang terasa adalah pelaksanaan tugas-tugas tambahan yang terkadang menyita lebih banyak waktu daripada tugas utama untuk mengajar dan mendidik.

Ketika menghadapi kejenuhan, ada beberapa hal yang biasa saya lakukan dan barangkali bisa juga Anda bisa ikut menerapkan dalam menghadapi kejenuhan Anda.

1. Ajak keluarga liburan

Liburan tidak berarti kita harus pergi jauh ke tempat wisata. Liburan di sini, saya maksudkan nikmati kebersamaan bersama keluarga, terutama anak dan istri. Ini saya lakukan, karena keluarga lah energi terbesar saya dalam menjalani rutinitas kerja. Karena apa yang kita lakukan semua untuk keluarga. Bagi saya, kebersamaan bersama keluarga merupakan cara yang efektif untuk melepaskan kejenuhan.

Jpeg
Jpeg

2. Belajar hal-hal kecil namun baru bagi Anda

Tak perlu hal yang berat untuk mengubah kebiasaan kita. Begitu pula, untuk melepaskan jenuh, buatlah sebuah “jeda” dalam ruang waktu kehidupan Anda dengan mencari hal yang baru.

Belajar lah menanam cabe atau tomat dalam 3atau 5 pot yang bisa Anda taruh di rumah. Walaupun mungkin Anda bukan seorang ahli pertanian. Cobalah rawat tanaman tersebut sampai bertumbuh. Tidak usah memikirkan hasilnya, tapi lakukan rutinitas perawatannya. Hal ini bisa membuat kejenuhan berangsur menghilang dari kepenatan hidup.

3. Lakukan hal yang Anda sukai

Setiap Jum’at, jam 3 sore, adalah waktu bagi saya bermain futsal bersama kawan-kawan saya. Istri sangat paham dengan rutinitas ini, sehingga jika tidak ada hal yang mendesak, tidak mungkin istri akan komplain dengan kebiasaan saya ini.

Futsal adalah bagian yang saya suka dalam menjalani kehidupan ini. Selain sehat, olahraga ini mampu membantu sejenak melepaskan kepenatan dan kejenuhan. Jika Anda mempunyai kesukaan main game online, lakukan itu untuk membantu Anda melepaskan kejenuhan. Jika Anda suka memancing, lakukan hal itu.

Lakukan lah hal yang Anda sukai untuk membantu Anda menemukan semangat menjalani rutinitas kerja Anda.

4. Berdiskusi dengan orang yang Anda percayai

Diskusi membantu Anda mengalirkan kejenuhan. Anda boleh juga mengartikan diskusi ini sebagai curhat tapi bisa pula diartikan memang benar-benar diskusi dengan hal-hal yang membangun pola pikir Anda.

Ini sering saya lakukan ketika menghadapi kejenuhan. Saya mendatangi kawan-kawan yang memang bisa diajak diskusi terkait hal-hal yang baru atau yang sedang hits saat itu. Ngobrollah sesukamu bersama kawanmu. Akan ada hal baru yang bisa Anda ambil dari diskusi itu. Cobalah.

 

Advertisements

Tahun Baru, Hidup yang Lebih Baru

Posted on

Pada intinya, semangat bersyukur dan muhasabah diri itulah yang harus dilakukan ketika bergantinya tahun. Apakah perlu melakukan perayaan seperti orang-orang lakukan?

Saya kembalikan ke Anda. Jika anda termasuk yang memegang prinsip layaknya kawan-kawan yang melakukan syiar “tahun baru bukan budaya dan ajaran agama” ya sumonggo, silahkan. 

Jika Anda termasuk yang ingin sekali ikut tenggelam dengan “wah” nya pergantian tahun di tempat ramai yang ditemani kembang api, ya saya juga tak bisa melarang Anda. 

Tapi jika Anda  seperti saya menikmati pergantian tahun dengan stand by di rumah menikmati kebersamaan bersama keluarga ditemani nonton boxing day premier league, ya silahkan juga.

Terpenting perlu dipahami jangan ada caci maki. Berjalan sesuai dengan apa yang menjadi keinginan masing-masing. Kalau ada yang bisa Anda lakukan hal yang lebih positif, mending lakukan hal itu. Dan, kita sebagai orang dewasa pun tahu, mana yang positif dan negatif bagi diri kita masing-masing.

Selamat menjalani kehidupan yang baru di tahun yang baru pula.

Kenapa daun-daun itu jatuh??

Posted on

“Ayah, kenapa daun-daun itu jatuh ke tanah kena angin?” 

Itu adalah kalimat pertanyaan yang muncul dari mulut anak saya yang berusia 3,5 tahun. Dengan pelafalan yang masih terbata-bata karena memang anak saya terlambat bicara. 

Tetapi saya bersyukur, kecerdasan emosional maupun intelektual sudah muncul sejak dini. Salah satunya adalah pertanyaan yang tak pernah saya sangka mengenai daun di pagi hari waktu berkunjung di taman Jatisari, Mijen Semarang.

Anda pun pasti mengalami hal seperti ini. Mari menikmati dan mengajarkan hal-hal yang terbaik bagi anak-anak kita.

Arti Pelakor!

Posted on

Sama halnya dengan kata Persekusi, kata Pelakor ini juga viral beberapa waktu yang lalu. Khususnya viral dalam media massa, yang kemudian kata ini menjadi umum digunakan oleh semua orang. Bahkan di waktu-waktu tertentu, saya sempat melihat liputan media massa elektronik yang sifatnya news sempat menggunakan istilah ini. Walaupun saya ragu, apakah kata pelakor ini sudah dibakukan dalam KBBI atau belum.

Makin penasaran lah dengan kata ini-(persis penasarannya sama kata Persekusi). Akhirnya coba lah mencari informasi terkait dengan istilah yang baru didengar ini. Kata kebanyakan orang, istilah Pelakor ini merupakan akronim dari “perebut laki orang”. Itu berarti domain yang ditujukan sebagai pelaku adalah seorang wanita. Yang bertindak secara aktif pelaku pelakor adalah seorang wanita dilihat dari akronimnya.

Kalau ditujukan kepada laki-laki berarti bukanlah pelakor. Mungkin ada istilah lain yang akan muncul jika kejadiannya laki-laki sebagai subjek aktif perebut istri orang. Silahkan saja, pemirsa mengira-ngira kata apa yang tepat untuk itu.

Lalu apakah ada hubungan antara pelakor dan pelacur? Itu yang menjadi pertanyaanya, karena pengucapan kedua kata ini, cukup mirip. Bisa jadi ada!

Inilah uniknya sebuah bahasa, berkembang sesuai dengan zamannya.

 

Arti Persekusi!

Posted on Updated on

Saya cukup penasaran dengan kata “persekusi” yang kemarin sempat booming di media massa. Ketika sepasang kekasih dicurigai oleh masyarakat sekitar melakukan tindakan asusila pada sebuah kontrakan/kos. Kemudian diarak kampung dengan sebagian pakaian dilucuti oleh masyarakat. Kemudian kasus ini muncul dilabeli sebagai tindakan persekusi oleh sekelompok orang terhadap orang lain.

Penasaran saya!

Akhirnya hari ini saya sempatkan untuk searching  arti dari persekusi. Tidak banyak referensi yang muncul untuk mengartikan kata ini. Tetapi KBBI mengatakan bahwa persekusi adalah pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas.

Oleh wikipedia, persekusi diartikan sebagai perlakuan buruk atau penganiyaan secara sistematis oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lain, khususnya karena suku, agama atau pandangan politik.

Dari kedua referensi itu, saya coba ambil bahasa paling mudah untuk mengartikannya, dimana persekusi adalah tindakan yang sudah direncanakan secara sistematis untuk menganiaya ataupun menyakiti orang lain dengan alasan tertentu.

Itulah sekilas pengertian dari persekusi, sebuah kata yang katanya memang sudah ada dalam bahasa Indonesia, namun baru viral beberapa tahun terkahir.

Semoga bermanfaat!